SOLOK, SUMBAR TIMES OKE www.sumbartimesoke.id – Suasana duka mendalam menyelimuti Kenagarian Batang Barus, Kejorongan Aro Suka, Kabupaten Solok. Kawasan yang biasanya menjadi pusat aktivitas pemerintahan di sekitar Kantor Bupati Solok tersebut, mendadak lumpuh setelah dihantam bencana banjir bandang dan tanah longsor berskala besar (galodo) pada Minggu (20/09/2026). Isak tangis warga kehilangan tempat tinggal serta tumpukan material lumpur menjadi saksi bisu pilunya tragedi kemanusiaan ini.
Bencana ini diduga dipicu oleh intensitas hujan ekstrem yang memicu simulasi aliran debris (puing) dari hulu Sungai Batang Barus. Karakteristik topografi hulu yang memiliki kemiringan tajam membuat aliran air membawa material pekat berupa lumpur, bebatuan, hingga tunggul kayu berukuran besar ke arah hilir. Meski demikian, otoritas terkait menegaskan bahwa asal-usul dan penyebab pasti bencana hidrometeorologi ini masih dalam proses penyelidikan mendalam.
Di tengah situasi kritis tersebut, komitmen kemanusiaan langsung ditunjukkan oleh jajaran TNI dari Kodam XX Imam Bonjol. Merespons cepat penderitaan rakyat, personel Kodim 0309/Solok langsung diterjunkan ke titik lokasi bencana. Di bawah komando langsung Dandim, para prajurit melebur bersama elemen masyarakat peduli bencana, bahu-membahu menyingkirkan material batu dan lumpur yang menutup rumah warga serta akses jalan umum vital.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data resmi yang dihimpun melalui Dinas Kominfo Kabupaten Solok, dampak bencana mencatat 6 orang korban, dengan rincian 4 orang tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Aro Suka, sementara 2 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim penyelamat.
Tokoh masyarakat setempat, Andre, saat dihubungi media ini menyampaikan rasa haru dan apresiasinya atas keterlibatan proaktif semua pihak. “Akses jalan Padang – Lubuak Lasia menuju Solok dan Solok Selatan ini adalah urat nadi logistik yang sangat krusial, bahkan menjadi jalur penghubung menuju Pulau Jawa. Berkat kerja keras tanpa lelah dari TNI dan tingginya kepedulian masyarakat, kami berharap hambatan di jantung lalu lintas ini bisa segera teratasi agar mobilitas kemanusiaan dan ekonomi kembali pulih,” ujarnya penuh harap.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pembersihan material galodo dan pencarian korban hilang masih terus diupayakan secara terpadu demi mengembalikan senyum di bumi Aro Suka.
(STO/Endri Alamsyah)
Kontak Redaksi: 081377271073
Editor/Publisher: Sumbar Times Oke
Situs Resmi: www.sumbartimesoke.id













