Dugaan Maladministrasi Bantuan Pascabencana: Jeritan Petani Kayu Pasak dan Urgensi Transparansi PPL Agam

- Penulis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AGAM, SUMBAR TIMES OKE. www.sumbartimesoke.id – Pemulihan sektor agraria pascabencana banjir bandang di Jorong Kayu Pasak (Pusat dan Selatan), Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, kini menyisakan tanda tanya besar. Alokasi bantuan khusus dari pemerintah pusat yang dikucurkan sejak April 2026 demi merehabilitasi lahan pertanian warga, dinilai belum menyentuh sasaran secara optimal dan memicu sorotan terkait transparansi realisasi di tingkat bawah.

Lahan sawah yang dulunya menjadi pilar utama ketahanan pangan dan urat nadi perekonomian masyarakat setempat, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan karena terbengkalai menjadi semak belukar. Padahal, masyarakat Jorong Kayu Pasak tengah berjuang bangkit dari keterpurukan total setelah rumah dan harta benda mereka ludes dihantam banjir bandang.

Kondisi carut-marut pengelolaan bantuan ini diakui langsung oleh pemangku kebijakan lokal. Saat dikonfirmasi oleh tim redaksi, Wali Nagari Salareh Aia, Rijal Islami Chaniago, menyatakan ketidaktahuannya secara mendetail mengenai implementasi fisik proyek tersebut. Menurutnya, mekanisme penyaluran dan eksekusi bantuan dari pusat tersebut turun langsung melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk diteruskan kepada ketua kelompok tani setempat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketidakjelasan realisasi anggaran ini dipertegas oleh Wali Jorong Kayu Pasak Selatan, Fery Santos. Ia mengungkapkan bahwa upaya perbaikan lahan pertanian di wilayahnya sejauh ini belum membuahkan hasil nyata bagi masyarakat.

“Masyarakat sama sekali tidak sanggup jika harus menanggung biaya pemulihan sawah secara mandiri. Untuk pemenuhan kebutuhan pangan harian saja saat ini sangat sulit. Pertanian adalah satu-satunya tumpuan hidup warga untuk membiayai kebutuhan keluarga dan kelanjutan sekolah anak-anak mereka,” ujar Fery Santos.

Guna menyelamatkan nasib para petani dan memulihkan nama baik serta marwah produktivitas Jorong Kayu Pasak, Fery mendesak agar dilakukan penataan ulang yang komprehensif terhadap proyek perbaikan lahan tersebut. Ia juga secara resmi meminta Dinas Pertanian Kabupaten Agam beserta Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat untuk segera turun ke lapangan. Langkah ini dinilai krusial guna melakukan evaluasi, pengawasan, serta audit investigatif terhadap kinerja PPL dan rantai distribusi bantuan agraria tersebut.

Masyarakat Jorong Kayu Pasak tidak boleh terus menjadi korban di tengah ketidakpastian administratif. Perlindungan hak-hak petani korban bencana harus menjadi prioritas utama mutlak yang diselesaikan secara bersih, transparan, dan akuntabel. (Nopendri)

Kontak Redaksi: 081377271073

Editor/Publisher: Sumbar Times Oke

Situs Resmi: www.sumbartimesoke.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sumbartimesoke.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warisi Api Perjuangan Rahmah El-Yunusiyyah, Diniyyah Puteri Gaungkan Semangat Santri Membangun Negeri
PMO Kota Sawahlunto Matangkan Hasil Verifikasi Validasi KDKMP dan Serahkan Sarana Prasarana Gerai Koperasi
PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru Gelar MAPABA, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Kepedulian Sosial
Belum Miliki Gerai Fisik, KKMP Kampung Jawa Tetap Bergerak dan Perkuat Komitmen Anggota
Dapatkan Apresiasi dari Kemenhan RI, Wisuda Magister Armi Dt. Mujua Batuah Jadi Kebanggaan Pasaman Barat
Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, PMO Kota Bukittinggi Kawal Akselerasi KDKMP Benteng Pasar Atas
Rheydita cahyani Jadi Idola Baru: Inovasi PKKMB Fakultas Kedokteran Universitas Bung Hatta Lahirkan Generasi Medis Cerdas dan Berwibawa
“Kepastian Hukum Tanah Ulayat Pasbar: Pengadilan Negeri Simpang Empat Tolak Gugatan atas Lahan Dt. Cami”

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Dugaan Maladministrasi Bantuan Pascabencana: Jeritan Petani Kayu Pasak dan Urgensi Transparansi PPL Agam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Warisi Api Perjuangan Rahmah El-Yunusiyyah, Diniyyah Puteri Gaungkan Semangat Santri Membangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:51 WIB

PMO Kota Sawahlunto Matangkan Hasil Verifikasi Validasi KDKMP dan Serahkan Sarana Prasarana Gerai Koperasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:52 WIB

PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru Gelar MAPABA, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Kepedulian Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Belum Miliki Gerai Fisik, KKMP Kampung Jawa Tetap Bergerak dan Perkuat Komitmen Anggota

Berita Terbaru