23 BULAN JADI PRESIDEN PRABOWO SUDAH DATANGI 28 NEGARA DAN 54 KALI KUNJUNGAN KE LUAR NEGERI

- Penulis

Kamis, 3 September 2026 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

SUMBAR TIMES OKE – Presiden Prabowo Subianto tercatat cukup aktif melakukan perjalanan ke luar negeri sejak dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada Oktober 2024. Memasuki sekitar 23 bulan masa pemerintahannya, Prabowo disebut telah mengunjungi 28 negara dengan total 54 kali kunjungan.

Tingginya frekuensi perjalanan Presiden ke berbagai negara menjadi salah satu perhatian publik. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, Prabowo telah menjalani puluhan agenda internasional, baik dalam bentuk kunjungan kenegaraan maupun menghadiri berbagai forum dan pertemuan tingkat tinggi.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa diplomasi luar negeri menjadi salah satu aktivitas yang cukup menonjol selama pemerintahan Prabowo. Berbagai perjalanan dilakukan untuk bertemu kepala negara, pemimpin pemerintahan, maupun menghadiri forum internasional yang melibatkan banyak negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prabowo sendiri memiliki alasan mengapa dirinya cukup sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Menurutnya, undangan dari negara lain tidak selalu bisa ditolak karena ketidakhadiran Presiden dapat memberikan kesan tertentu bagi hubungan Indonesia dengan negara tersebut.

Presiden juga menilai Indonesia membutuhkan kerja sama dengan berbagai negara. Karena itu, pertemuan langsung dengan pemimpin negara lain dianggap penting untuk membicarakan kepentingan Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama.

Dalam sejumlah kesempatan, Prabowo juga menekankan pentingnya hubungan baik dengan sebanyak mungkin negara. Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang mengedepankan hubungan luas tanpa harus bergantung pada satu kekuatan tertentu.

Aktivitas diplomasi Prabowo tidak hanya dilakukan melalui pertemuan bilateral. Presiden juga aktif menghadiri pertemuan multilateral yang mempertemukan banyak negara dalam satu forum.

Sejumlah perjalanan luar negeri Prabowo berkaitan dengan agenda ekonomi, perdagangan, investasi, keamanan, pertahanan, hingga kerja sama internasional. Dalam berbagai kunjungan tersebut, pemerintah berupaya memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara mitra.

Frekuensi kunjungan tersebut juga memperlihatkan perubahan gaya diplomasi pemerintahan Indonesia. Prabowo dikenal cukup aktif hadir secara langsung dalam berbagai forum internasional dan bertemu pemimpin negara lain.

Selama menjalankan kunjungan luar negeri, Prabowo juga beberapa kali menyampaikan kepentingan Indonesia dalam berbagai isu global. Salah satunya berkaitan dengan posisi Indonesia dalam menjaga hubungan dengan berbagai kekuatan dunia.

Indonesia sendiri memiliki hubungan dengan banyak negara dan tergabung dalam berbagai organisasi internasional. Kondisi tersebut membuat agenda diplomasi Presiden cukup padat.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia juga berupaya memperluas kerja sama ekonomi dan memperkuat posisi di tengah perubahan situasi global. Karena itu, pertemuan dengan negara mitra menjadi bagian penting dari agenda pemerintah.

Prabowo juga tercatat melakukan kunjungan ke sejumlah kawasan yang memiliki kepentingan strategis bagi Indonesia. Negara-negara di Asia, Eropa, Timur Tengah, hingga kawasan lain menjadi bagian dari agenda perjalanan Presiden.

Kunjungan tersebut tidak selalu berarti Indonesia sedang melakukan negosiasi terhadap satu persoalan tertentu. Sebagian perjalanan dilakukan untuk memenuhi undangan resmi, menghadiri forum internasional, maupun memperkuat hubungan bilateral.

Presiden sebelumnya juga pernah menjelaskan bahwa seorang kepala negara perlu hadir ketika mendapatkan undangan dari negara lain. Menurutnya, hubungan antarnegara tidak hanya dibangun melalui komunikasi resmi, tetapi juga membutuhkan pertemuan langsung.

Karena itu, Prabowo menilai kehadiran Indonesia dalam berbagai forum internasional memiliki arti tersendiri. Terlebih, Indonesia merupakan salah satu negara dengan posisi strategis di kawasan Asia Tenggara.

Dalam sejumlah kunjungan, Prabowo juga membawa agenda kerja sama ekonomi. Pemerintah berupaya menarik investasi serta membuka peluang kerja sama perdagangan dengan negara-negara yang dikunjungi.

Selain kepentingan ekonomi, isu energi juga menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Pemerintah membutuhkan hubungan dengan berbagai negara untuk memastikan kebutuhan energi dan kepentingan ekonomi nasional tetap terjaga.

Prabowo bahkan pernah memberikan tanggapan ketika frekuensi perjalanan luar negerinya menjadi sorotan. Ia menjelaskan bahwa perjalanan tersebut dilakukan untuk menjalankan kepentingan negara, bukan sekadar melakukan perjalanan pribadi.

Menurut Presiden, sejumlah kepentingan nasional memang mengharuskannya bertemu langsung dengan pihak luar negeri. Salah satunya terkait upaya memastikan kebutuhan Indonesia melalui kerja sama dengan negara lain.

Aktivitas tersebut membuat Prabowo menjadi salah satu Presiden Indonesia yang cukup aktif dalam diplomasi internasional. Dalam catatan selama 23 bulan, jumlah negara yang dikunjungi mencapai 28 negara dengan total 54 kali kunjungan.

Angka tersebut juga mencakup perjalanan yang memiliki lebih dari satu agenda dalam satu rangkaian lawatan. Sebuah perjalanan dapat mencakup beberapa negara sekaligus apabila terdapat pertemuan bilateral maupun forum internasional yang harus dihadiri.

Kunjungan luar negeri Presiden juga biasanya melibatkan sejumlah pejabat pemerintah. Menteri terkait dan pejabat lainnya dapat ikut dalam rombongan ketika agenda perjalanan berhubungan dengan sektor yang menjadi tanggung jawab mereka.

Dalam beberapa kesempatan, agenda kunjungan menghasilkan pembicaraan mengenai kerja sama ekonomi, investasi, pertahanan, pendidikan, kesehatan, energi, maupun bidang lainnya. Hasil konkret dari setiap kunjungan tentu berbeda-beda dan membutuhkan tindak lanjut setelah Presiden kembali ke Indonesia.

Pemerintah juga perlu memastikan berbagai kesepakatan yang dibahas dalam pertemuan internasional dapat diterjemahkan menjadi program nyata. Dengan begitu, diplomasi tidak berhenti pada pertemuan dan penandatanganan kerja sama saja.

Aktivitas Prabowo di luar negeri mendapat perhatian dari sejumlah pengamat politik luar negeri. Gaya diplomasi Presiden dinilai cukup aktif dan menunjukkan keinginan Indonesia memainkan peran lebih besar di panggung internasional.

Sejumlah pengamat juga melihat pendekatan Prabowo sebagai upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki hubungan dengan berbagai pihak. Indonesia tetap dapat menjalin komunikasi dengan negara-negara besar tanpa harus bergabung dalam satu blok kekuatan tertentu.

Pendekatan tersebut menjadi semakin penting ketika situasi geopolitik dunia mengalami perubahan cepat. Persaingan ekonomi dan politik antara negara-negara besar membuat Indonesia perlu menjaga hubungan dengan berbagai pihak.

Dalam konteks tersebut, kunjungan Presiden ke banyak negara dapat menjadi salah satu sarana membangun komunikasi langsung. Hubungan personal antara pemimpin juga dapat membantu membuka ruang pembicaraan ketika terdapat persoalan yang membutuhkan pendekatan diplomatik.

Namun, tingginya jumlah kunjungan juga membuat publik menaruh perhatian terhadap efektivitas setiap perjalanan. Masyarakat tentu berharap setiap lawatan memiliki hasil yang memberikan manfaat bagi Indonesia.

Karena itu, ukuran keberhasilan diplomasi tidak hanya dapat dilihat dari berapa banyak negara yang dikunjungi. Hasil kerja sama, investasi, perdagangan, akses pasar, maupun manfaat strategis lainnya juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan berbagai hasil pembicaraan selama kunjungan dapat ditindaklanjuti. Kerja sama yang telah disepakati membutuhkan koordinasi antarkementerian dan lembaga agar dapat memberikan hasil nyata.

Di sisi lain, kehadiran Presiden dalam berbagai forum internasional juga memberikan kesempatan bagi Indonesia menyampaikan pandangan mengenai isu global. Indonesia dapat menyuarakan kepentingan negara berkembang sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu kekuatan penting di kawasan.

Prabowo dalam berbagai kesempatan juga menyampaikan pentingnya hubungan baik dengan semua negara. Prinsip tersebut menjadi salah satu dasar pendekatan diplomasi pemerintahannya.

Selama sekitar 23 bulan memimpin, perjalanan Prabowo ke 28 negara dengan 54 kali kunjungan menjadi salah satu catatan yang menunjukkan intensitas diplomasi pemerintahannya. Angka tersebut menggambarkan betapa padatnya agenda internasional yang dijalani Presiden.

Kunjungan tersebut mencakup berbagai tujuan dan agenda. Ada perjalanan untuk menghadiri forum internasional, kunjungan kenegaraan, pertemuan bilateral, hingga pembahasan kerja sama strategis.

Prabowo juga tidak hanya bertemu dengan pemimpin negara. Dalam sejumlah agenda, Presiden bertemu pelaku usaha, diaspora Indonesia, maupun pihak-pihak lain yang memiliki kaitan dengan kepentingan Indonesia.

Pertemuan dengan dunia usaha menjadi penting karena salah satu tujuan diplomasi ekonomi adalah membuka peluang investasi. Indonesia membutuhkan modal dan kerja sama internasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta pembangunan nasional.

Sementara itu, hubungan diplomatik juga berkaitan dengan kepentingan keamanan dan pertahanan. Indonesia perlu menjaga komunikasi dengan negara lain untuk menghadapi berbagai perkembangan keamanan di kawasan maupun dunia.

Dalam situasi geopolitik yang dinamis, komunikasi langsung antarpemimpin menjadi semakin penting. Karena itu, agenda perjalanan Presiden dapat dipandang sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga hubungan Indonesia dengan berbagai mitra.

Meski demikian, masyarakat tetap dapat menilai efektivitas perjalanan tersebut berdasarkan hasil yang dihasilkan. Semakin banyak kunjungan tentu perlu diikuti dengan manfaat yang jelas bagi kepentingan nasional.

Catatan 54 kali kunjungan ke 28 negara dalam 23 bulan juga menunjukkan bahwa Prabowo memiliki intensitas diplomasi yang tinggi. Angka tersebut menjadi bagian dari gambaran aktivitas luar negeri Presiden sejak awal masa pemerintahannya.

Prabowo sendiri menilai perjalanan tersebut diperlukan karena Indonesia tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan. Kerja sama dengan negara lain dibutuhkan untuk memenuhi kepentingan ekonomi maupun kepentingan strategis lainnya.

Pada akhirnya, diplomasi luar negeri bukan hanya mengenai seberapa sering seorang Presiden melakukan perjalanan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana hubungan yang dibangun dapat menghasilkan kerja sama yang bermanfaat dan memperkuat posisi Indonesia.

Dengan 28 negara dan 54 kali kunjungan dalam sekitar 23 bulan, aktivitas internasional Prabowo menjadi salah satu ciri yang cukup menonjol dari pemerintahannya. Pemerintah kini memiliki tantangan untuk memastikan berbagai hasil diplomasi tersebut dapat diwujudkan menjadi manfaat yang dirasakan masyarakat.

Ke depan, perjalanan luar negeri Presiden diperkirakan tetap menjadi bagian dari agenda pemerintahan. Dengan banyaknya hubungan dan kerja sama yang harus dijaga, Prabowo masih akan memiliki berbagai agenda internasional selama masa kepemimpinannya.

Publik pun akan terus menunggu hasil dari berbagai pertemuan tersebut, terutama dalam bentuk kerja sama ekonomi, investasi, perdagangan, maupun kepentingan strategis lainnya.

Pada akhirnya, angka 28 negara dan 54 kunjungan menjadi catatan mengenai seberapa aktif Prabowo menjalankan diplomasi selama 23 bulan menjadi Presiden. Efektivitas dari seluruh perjalanan tersebut akan terlihat dari tindak lanjut dan hasil nyata yang diberikan bagi Indonesia.

Contact Redaksi: 081377271073

Editor/Publisher: Sumbar Times Oke

Sumber: https://www.sumbartimesoke.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sumbartimesoke.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Maladministrasi Bantuan Pascabencana: Jeritan Petani Kayu Pasak dan Urgensi Transparansi PPL Agam
Warisi Api Perjuangan Rahmah El-Yunusiyyah, Diniyyah Puteri Gaungkan Semangat Santri Membangun Negeri
PMO Kota Sawahlunto Matangkan Hasil Verifikasi Validasi KDKMP dan Serahkan Sarana Prasarana Gerai Koperasi
PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru Gelar MAPABA, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Kepedulian Sosial
Belum Miliki Gerai Fisik, KKMP Kampung Jawa Tetap Bergerak dan Perkuat Komitmen Anggota
Dapatkan Apresiasi dari Kemenhan RI, Wisuda Magister Armi Dt. Mujua Batuah Jadi Kebanggaan Pasaman Barat
Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, PMO Kota Bukittinggi Kawal Akselerasi KDKMP Benteng Pasar Atas
Rheydita cahyani Jadi Idola Baru: Inovasi PKKMB Fakultas Kedokteran Universitas Bung Hatta Lahirkan Generasi Medis Cerdas dan Berwibawa

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Dugaan Maladministrasi Bantuan Pascabencana: Jeritan Petani Kayu Pasak dan Urgensi Transparansi PPL Agam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Warisi Api Perjuangan Rahmah El-Yunusiyyah, Diniyyah Puteri Gaungkan Semangat Santri Membangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:51 WIB

PMO Kota Sawahlunto Matangkan Hasil Verifikasi Validasi KDKMP dan Serahkan Sarana Prasarana Gerai Koperasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:52 WIB

PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru Gelar MAPABA, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Kepedulian Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Belum Miliki Gerai Fisik, KKMP Kampung Jawa Tetap Bergerak dan Perkuat Komitmen Anggota

Berita Terbaru