PEKANBARU, SUMBAR TIMES OKE www.sumbartimesoke.id — Penunjukan Muhamad Sambu Harman sebagai Komisaris PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) Langgak melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menuai kritik tajam. Sorotan keras datang dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Provinsi Riau, Daniel Saragi, S.H.
Daniel Saragi menilai pengangkatan anak dari mantan Bupati Rokan Hulu, Suparman, tersebut sarat akan polemik dan memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat Riau, terutama terkait rekam jejak dan kompetensi di industri minyak dan gas (migas).
Sorotan Utama Terkait Penunjukan Komisaris Baru
“Jabatan komisaris di badan usaha milik daerah (BUMD) strategis seperti PT SPR Langgak bukan tempat untuk belajar, melainkan ruang bagi para profesional yang siap tancap gas demi menyumbang PAD bagi Bumi Lancang Kuning.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemuda Lira Riau menggaris bawahi beberapa poin krusial yang kini menjadi perbincangan hangat di ruang publik:
Minim Pengalaman di Sektor Migas: Muhamad Sambu Harman dinilai belum memiliki rekam jejak (track record) yang matang atau pengalaman manajerial yang mumpuni di industri hulu migas untuk menduduki posisi pengawasan strategis.
Risiko Tata Kelola Perusahaan (GCG): Penempatan figur yang minim jam terbang dikhawatirkan dapat memengaruhi fungsi pengawasan terhadap direksi, yang pada akhirnya berdampak pada efisiensi tata kelola PT SPR Langgak.
Sentimen Negatif Publik: Hubungan kekerabatan sebagai anak tokoh politik memicu persepsi di masyarakat bahwa penunjukan ini kental dengan nuansa akomodasi politik ketimbang penilaian profesional (merit system).
Desakan Pemuda Lira Riau
Sebagai lembaga kontrol sosial, DPW Pemuda Lira Riau mendesak pihak-pihak terkait, khususnya Pemerintah Provinsi Riau selaku pemegang saham, untuk memberikan klarifikasi transparan mengenai dasar dan indikator penilaian (fit and proper test) dalam RUPSLB tersebut.
Daniel menegaskan bahwa transparansi ini penting agar BUMD Riau bersih dari praktik nepotisme dan benar-benar dikelola oleh tangan-tangan yang kompeten demi kepentingan seluruh masyarakat Riau.
Posisi yang ia dapat itu juga disebut-sebut hanya lantaran ia adalah anak dari Suparman, yang dikenal sebagai loyalis utama SF Hariyanto.
Belum lama ini, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memang pernah membuat pernyataan menohok, bahwa seleksi BUMD akan bersih, profesional dan bebas dari titipan politik sebab BUMD adalah milik rakyat, bukan kelompok tertentu.
Tapi faktanya dengan terpilihnya Muhamad sambu harman anak mantan bupati Rokan hulu adalah karena kedekatan ayahnya dengan PLT Gubernur Riau SF Haryanto, publik Riau bertanya-tanya kenapa posisi strategis di BUMD Riau di isi oleh anak muda yang belum berpengalaman Apalagi status nya saat ini sebagai mahasiswa ujar Daniel. (Sumber: Pemuda Lira Riau)
Contact Redaksi: 081377271073
Editor/ Publisher: Sumbar Times Oke
www.sumbartimesoke.id













