Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak

- Penulis

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOLOK, SUMBAR TIMES OKE www.sumbartimesoke.id — Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Solok dilaporkan kian marak dan berpotensi merusak ekosistem lingkungan secara masif. Berdasarkan laporan dan keluhan dari masyarakat yang dihimpun redaksi Sumbar Times Oke, aktivitas ilegal ini diduga kuat berjalan mulus karena mendapat pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar secara ilegal, serta adanya indikasi pembiaran oleh oknum Aparat Penegak Hukum (APH) setempat.

Menurut narasumber warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, pasokan Bio Solar bersubsidi tersebut diduga mengalir menuju kawasan Garabak Data yang berpusat di Batu Janjang. Warga menuding sejumlah nama—di antaranya ZN, KS, JL, dan RK—berperan sebagai penyedia utama bahan bakar untuk operasional alat berat di lokasi tambang.

“Jalur masuk pasokan BBM jenis Bio Solar subsidi tersebut diduga melewati wilayah Sirukam. Kami menyayangkan sikap polsek setempat yang terkesan tidak mengetahui atau menutup mata atas mobilitas pasokan bahan bakar ini,” ujar warga tersebut kepada Sumbar Times Oke, Minggu (21/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa ZN diduga memanfaatkan fasilitas publik, yakni sebuah rumah dinas guru di kawasan Pangki Pulau Muaro, sebagai tempat penyimpanan (gudang) BBM solar subsidi tersebut.

Kerusakan Lingkungan Luas dan Isu Setoran Oknum

Dampak dari aktivitas PETI ini disebut telah memicu kerusakan fisik lingkungan yang parah. Sepanjang aliran Sungai Batang Palangki hingga Durian Kunik dilaporkan telah dipenuhi oleh ratusan mesin dompeng/ponton. Akibatnya, aliran sungai menjadi rusak, lahan persawahan warga terancam, dan jalan usaha tani mengalami kerusakan fisik.

Lebih memprihatinkan, penambangan liar yang diduga melibatkan ratusan unit ekskavator ini dilaporkan telah merambah hingga ke kawasan hutan lindung di area Hulu Aia. Warga juga menyebut nama NZ sebagai salah satu pihak yang diduga ikut mengoordinasikan pasokan BBM di Jorong Muaro dan Jorong Pasa Pulai Batu Janjang.

Masyarakat mengaku sempat mencoba memberikan teguran secara kekeluargaan. Namun, upaya tersebut mendapat penolakan dengan dalih bahwa urusan pengamanan sudah dikoordinasikan dengan pihak terkait. Muncul pula dugaan dari penuturan warga mengenai adanya aliran dana atau ‘upeti’ berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per dompeng kepada oknum di tingkat bawah demi kelancaran operasi.

Desakan Kepada Kapolri dan Upaya Konfirmasi

Melihat skala kerusakan dan dugaan keterlibatan oknum berseragam yang membuat para pelaku merasa kebal hukum, masyarakat Kabupaten Solok menaruh harapan besar kepada Kapolri untuk turun tangan membersihkan praktik PETI hingga ke akarnya.

“Kami meminta Bapak Kapolri dan Kapolda Sumbar untuk menindak tegas para pelaku utama serta oknum-oknum yang diduga membekingi aktivitas ini. Jangan biarkan hukum kalah oleh mafia tambang,” tegas perwakilan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi Sumbar Times Oke masih terus berupaya menghubungi pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Sirukam, Polres Solok, serta pihak-pihak
terkait yang namanya disebutkan dalam laporan warga untuk mendapatkan klarifikasi dan ruang konfirmasi resmi berimbang.( STO)

Contact Redaksi: 081377271073

Editor/ Publisher: Sumbar Times Oke
www.sumbartimesoke.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sumbartimesoke.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswi SMAN 1 Rao Raih Medali Emas O2SN Sumatera Barat 2026, Harumkan Nama Cabang Dinas Wilayah VI
Haji Rusli (Suli): Sosok Pemuda Inspiratif Kebanggaan Solok, Berhati Emas dan Dermawan Tanpa Batas
Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak
Ratusan Modifikator Truk dan Bus Ramaikan Padang Panjang Auto Show 2026
“Eksploitasi Emas Ilegal di Solok Memakan Korban: Ratusan Ekskavator Diduga Bebas Beroperasi, Kapolri Diminta Turun Tangan”
LMR-RI Desak Kapolri Sikat Ratusan Alat Berat Tambang Emas Ilegal di Solok, Oknum APH Diduga Terlibat!

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:22 WIB

Siswi SMAN 1 Rao Raih Medali Emas O2SN Sumatera Barat 2026, Harumkan Nama Cabang Dinas Wilayah VI

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:10 WIB

Haji Rusli (Suli): Sosok Pemuda Inspiratif Kebanggaan Solok, Berhati Emas dan Dermawan Tanpa Batas

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:38 WIB

Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:27 WIB

Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:55 WIB

Ratusan Modifikator Truk dan Bus Ramaikan Padang Panjang Auto Show 2026

Berita Terbaru