Warga Babak Belur Dianiaya di Pusaran Bisnis Ilegal, Kapolres Solok Selatan Berjanji Atensi dan Tindak Tegas!

- Penulis

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOLOK SELATAN, SUMBAR TIMES OKE www.sumbartimesole.id– Tragedi kemanusiaan yang menodai rasa keadilan publik pecah di kawasan Batang Bangko, Kecamatan Sangir. Seorang warga lemah, Rafit Amelindo, menjadi korban dugaan pengeroyokan brutal hingga babak belur di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Insiden berdarah ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menjadi tamparan keras bagi penegakan hukum di wilayah hukum Polres Solok Selatan.

Merespons jeritan keadilan korban, Kapolres Solok Selatan, AKBP M. Faisal Perdana, langsung memberikan atensi serius setelah menerima informasi dari tim redaksi Sumbar Times Oke.

“Terima kasih atas informasinya. Akan ditindaklanjuti dan diatensi,” tegas AKBP M. Faisal Perdana dengan nada penuh komitmen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat kini menunggu pembuktian janji Korps Bhayangkara tersebut. Publik berharap APH tidak menutup mata atau merasa nyaman, melainkan merasa tertantang dan malu jika hukum kalah oleh kesewenang-wenangan pelaku kekerasan serta gurita bisnis pemodal tambang ilegal.

Kronologi Sadis yang Memantik Empati Publik

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Korban bersama saudaranya datang ke lokasi hanya untuk melihat aktivitas penambangan. Namun, kehadiran warga lokal ini justru disambut keberingasan tak manusiawi.

Terduga pelaku berinisial R. Wibowo secara membabi buta langsung mengusir dan melayangkan pukulan keras ke pelipis kiri korban hingga tersungkur ke tanah. Belum puas melihat korban tidak berdaya, tindakan di luar batas kemanusiaan berlanjut. Lutut kanan korban diinjak dengan kejam, lalu tubuhnya diseret paksa ke sebuah pondok di area tambang ilegal tersebut.

Di dalam pondok sunyi itu, penyiksaan berlanjut. Wajah korban dihujani pukulan berulang kali dan dadanya ditendang tanpa belas kasihan. Akibat kebiadaban ini, korban mengalami luka fisik serius dan trauma psikologis berat yang mendalam. Nafas keadilan korban kini digantungkan pada ketegasan polisi, setelah resmi melapor ke Kasat Reskrim Polres Solok Selatan pada Selasa (30/6/2026).

Alibi Pemilik Alat Berat dan Tabir Misteri Pemodal

Guna menegakkan prinsip Cover Both Sides dan menjaga independensi dari jeratan UU ITE atau perdata, tim redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi. Terduga pelaku, R. Wibowo, saat dihubungi melalui telepon seluler berada dalam kondisi tidak aktif.

Di sisi lain, konfirmasi berhasil dilakukan kepada Iwan Lontong, sosok yang diduga kuat sebagai pemilik alat berat ekskavator di lokasi kejadian. Menariknya, Iwan mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya peristiwa penganiayaan tersebut. Bahkan, ia mengklaim tidak tahu bahwa alat berat miliknya beroperasi di area tambang emas ilegal (PETI).

Alibi dan bantahan ini tentu menjadi “pekerjaan rumah” (PR) besar yang menguji kredibilitas penyidik Polres Solok Selatan. Publik menilai mustahil alat berat bernilai miliaran rupiah bisa beroperasi di zona merah tanpa sepengetahuan pemilik dan kendali pemodal besar di balik layar.

Redaksi Mengawal BergelombangHingga berita ini diturunkan, redaksi terus berupaya menghubungi nomor kontak penerima laporan di Polres Solok Selatan untuk memperbarui perkembangan kasus, namun belum aktif.

Sumbar Times Oke menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini secara bergelombang dan berseri. Publik tidak akan dibiarkan lupa atas penderitaan korban. Redaksi akan terus menyuarakan kasus ini hingga terduga pelaku penganiayaan, pemilik tambang, serta aktor intelektual/pemodal ilegal diseret ke meja hijau demi tegaknya keadilan yang hakiki. (Tim STO)

Contact Redaksi: 081377271073

Editor/ Publosher: Sumbar Times Oke
www.sumbartimes.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sumbartimesoke.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Maladministrasi Bantuan Pascabencana: Jeritan Petani Kayu Pasak dan Urgensi Transparansi PPL Agam
Warisi Api Perjuangan Rahmah El-Yunusiyyah, Diniyyah Puteri Gaungkan Semangat Santri Membangun Negeri
PMO Kota Sawahlunto Matangkan Hasil Verifikasi Validasi KDKMP dan Serahkan Sarana Prasarana Gerai Koperasi
PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru Gelar MAPABA, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Kepedulian Sosial
Belum Miliki Gerai Fisik, KKMP Kampung Jawa Tetap Bergerak dan Perkuat Komitmen Anggota
Dapatkan Apresiasi dari Kemenhan RI, Wisuda Magister Armi Dt. Mujua Batuah Jadi Kebanggaan Pasaman Barat
Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, PMO Kota Bukittinggi Kawal Akselerasi KDKMP Benteng Pasar Atas
Rheydita cahyani Jadi Idola Baru: Inovasi PKKMB Fakultas Kedokteran Universitas Bung Hatta Lahirkan Generasi Medis Cerdas dan Berwibawa

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Dugaan Maladministrasi Bantuan Pascabencana: Jeritan Petani Kayu Pasak dan Urgensi Transparansi PPL Agam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Warisi Api Perjuangan Rahmah El-Yunusiyyah, Diniyyah Puteri Gaungkan Semangat Santri Membangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:51 WIB

PMO Kota Sawahlunto Matangkan Hasil Verifikasi Validasi KDKMP dan Serahkan Sarana Prasarana Gerai Koperasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:52 WIB

PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru Gelar MAPABA, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Kepedulian Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Belum Miliki Gerai Fisik, KKMP Kampung Jawa Tetap Bergerak dan Perkuat Komitmen Anggota

Berita Terbaru