Menanti Realisasi Aksesibilitas: Jembatan Bulantiak Ambruk Tujuh Bulan, LMR-RI Desak Percepatan oleh Pemkab Solok Selatan

- Penulis

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAUAH DUO, SOLOK SELATAN www.sumbartimesoke.id – Aksesibilitas infrastruktur merupakan urat nadi vital dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di tingkat perdesaan. Namun, realita kontras terjadi di Ke Nagarian KAPD, Kecamatan Pauah Duo, Kabupaten Solok Selatan. Sudah memasuki bulan ketujuh, jembatan strategis di Kampung Bulantiak yang hanya berjarak sekitar 60 meter dari Kantor Wali Nagari KAPD, kondisinya runtuh dan belum kunjung diperbaiki secara permanen hingga Selasa (21/7/2026).

Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai elemen masyarakat dan lembaga swadaya. Dampak dari lumpuhnya infrastruktur ini dinilai telah mengoreksi produktivitas sektor pertanian dan mengancam kesejahteraan ekonomi warga setempat.

Dampak Sistemik Terhadap Sektor Domestik

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tokoh masyarakat setempat, Pak Jokand, memaparkan bahwa jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur logistik utama menuju wilayah ujung utara desa. Akibat kerusakan ini, kendaraan roda empat—khususnya armada pengangkut material bangunan dan komoditas pertanian—sama sekali tidak dapat melintas.

“Selama tujuh bulan terakhir, aktivitas transportasi praktis lumpuh. Distribusi pupuk ke lahan pertanian menjadi terhambat, sementara hasil panen masyarakat sulit dipasarkan secara optimal hingga berisiko membusuk. Infrastruktur darurat yang ada saat ini memiliki daya tahan yang sangat terbatas dan berisiko tinggi,” ujar Pak Jokand saat memberikan keterangan.

Respons Birokrasi dan Kendala Anggaran

Menanggapi keluhan publik tersebut, Penjabat (Pj) Wali Nagari KAPD, Yeni, menyatakan bahwa pihak administrasi nagari telah mengambil langkah responsif. Pihaknya terus mengawal proposal perbaikan yang sebelumnya telah diajukan oleh Pj Wali Nagari pendahulu.

Berdasarkan koordinasi tertulis dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Solok Selatan, Yolly, terdapat proyeksi penanganan fisik dalam waktu dekat.

“Melalui konfirmasi pihak Dinas PU, pembangunan jembatan permanen dijadwalkan berkemungkinan besar akan direalisasikan mulai Agustus mendatang,” jelas Yeni.

Di sisi lain, Kepala Dinas PU Solok Selatan, Yolly, memberikan klarifikasi teknis mengenai urgensi tata kelola anggaran. Ia menjelaskan bahwa kerusakan Jembatan Bulantiak terjadi pasca-finalisasi pembatasan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni. Oleh karena itu, skema pembiayaan harus dialihkan menggunakan dana Transfer Ke Daerah (TKD) pengembalian dari pemerintah pusat.

“Pemerintah daerah berkomitmen melakukan pembangunan, namun saat ini posisi kami harus menunggu regulasi dan pencairan dana TKD tersebut. Seluruh proses ini nantinya dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan secara transparan melalui sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE),” terang Yolly via pesan digital.

Atensi Kelembagaan dan Desakan Komitmen Tata Kelola

Kelambatan penanganan ini turut memantik reaksi keras dari Lembaga Missi Reclassering Republik Indonesia (LMR-RI)  Ir. Sutan Hendy Alamsyah Ketua LMR-RI Komisariat Wilayah Sumatera Barat. yang juga tokoh adat setempat (Putra Pewaris Raja Alam Surambi Sungai Pagu), Ir. St. Hendy Alamsyah, mendesak jajaran eksekutif Pemerintah Kabupaten Solok Selatan untuk menunjukkan langkah konkret.

Hendy mengingatkan Bupati H. Khairunas dan Wakil Bupati Yulian Efi agar menjaga integritas kepemimpinan dengan merealisasikan janji pembangunan infrastruktur di kawasan perdesaan, tanpa berlindung di balik dinamika birokrasi yang berbelit.

“Kami meminta dengan tegas agar Pemerintah Kabupaten Solok Selatan membuktikan komitmen pelayanan publiknya secara nyata. Jangan sampai keterlambatan ini melahirkan persepsi adanya pengabaian hak-hak masyarakat desa. Narasi argumentatif normatif dari dinas terkait tidak boleh mengorbankan hajat hidup orang banyak. Ini harus menjadi prioritas sebelum timbul dampak sosial yang lebih meluas,” pungkas Sutan Hendy.

Kini, masyarakat Bulantiak dan publik Solok Selatan secara luas menanti pembuktian dari janji realisasi pembangunan di bulan Agustus, sebagai tolok ukur keseriusan pemangku kebijakan dalam melakukan pemerataan pembangunan daerah.
(Sumbar Times Oke / Endri Alamsyah)

Contact Redaksi:081377271073

Editor/ Publisher: Sumbar Times Oke

www.sumbartimesoke.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sumbartimesoke.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Maladministrasi Bantuan Pascabencana: Jeritan Petani Kayu Pasak dan Urgensi Transparansi PPL Agam
Warisi Api Perjuangan Rahmah El-Yunusiyyah, Diniyyah Puteri Gaungkan Semangat Santri Membangun Negeri
PMO Kota Sawahlunto Matangkan Hasil Verifikasi Validasi KDKMP dan Serahkan Sarana Prasarana Gerai Koperasi
PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru Gelar MAPABA, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Kepedulian Sosial
Belum Miliki Gerai Fisik, KKMP Kampung Jawa Tetap Bergerak dan Perkuat Komitmen Anggota
Dapatkan Apresiasi dari Kemenhan RI, Wisuda Magister Armi Dt. Mujua Batuah Jadi Kebanggaan Pasaman Barat
Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, PMO Kota Bukittinggi Kawal Akselerasi KDKMP Benteng Pasar Atas
Rheydita cahyani Jadi Idola Baru: Inovasi PKKMB Fakultas Kedokteran Universitas Bung Hatta Lahirkan Generasi Medis Cerdas dan Berwibawa

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Dugaan Maladministrasi Bantuan Pascabencana: Jeritan Petani Kayu Pasak dan Urgensi Transparansi PPL Agam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Warisi Api Perjuangan Rahmah El-Yunusiyyah, Diniyyah Puteri Gaungkan Semangat Santri Membangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:51 WIB

PMO Kota Sawahlunto Matangkan Hasil Verifikasi Validasi KDKMP dan Serahkan Sarana Prasarana Gerai Koperasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:52 WIB

PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru Gelar MAPABA, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Kepedulian Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Belum Miliki Gerai Fisik, KKMP Kampung Jawa Tetap Bergerak dan Perkuat Komitmen Anggota

Berita Terbaru