PARIAMAN, SUMBAR TIMES OKE www.sumbartimesoke.id – Ribuan masyarakat di Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami. Terkhusus bagi tujuh masyarakat yang berada di kawasan pesisir pantai.
Gladi ini digelar dalam rangka merefleksikan 17 tahun bencana Gempa Bumi pada 30 September 2009 silam, sekaligus menyambut Hari Jadi ke-81 Tahun Provinsi Sumbar. Lebih dari itu, kegiatan mitigasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana megathrust Mentawai yang diprediksi para ahli.
“Bencana gempa bumi dan tsunami ini tidak tahu kapan akan terjadi, tapi yang pasti, pasti akan terjadi. Jadi kita perlu tetap waspadai dan meningkatkan kesiapsiagaan,” kata Sekretaris Utama BNPB, Rustian usai Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di kawasan Lapangan Josal Academy Kota Pariaman, Rabu (30/9).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rustian menyebutkan, setiap jenis bencana, termasuk gempa bumi dan tsunami, karena selalu berulang. Terlebih lagi, dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, delapan di antaranya rawan bencana tinggi dan 11 bencana sedang. Maka rencana kontingensi (rekon) setiap kabupaten dan kota harus terus diperbaharui, bukan sekedar ada saja.
Menurutnya, setiap bencana bisa menimbulkan kerusakan dan kerugian. Dengan demikian, perlu melakukan beragam upaya dalam pengurangan risikonya. “Baik kerusakan infrastruktur, materi, hingga korban jiwa, tapi yang tidak boleh terjadi itu adanya korban jiwa. Jadi simulasi hari ini harus bergulis terus-menerus,” ujar Rustian.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Erasukma Munaf membeberkan Kegiatan Gladi Kesiapsiagaan Gempa Bumi dan Tsunami kali ini memang terpusat di Kota Pariaman. Kendati demikian, diikuti seluruh BPBD kabupaten dan kota, terutama enam daerah pesisir pantai lainnya, seperti Padang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman Barat, dan Mentawai.
“Semua Pentahelix kita libatkan, baik OPD provinsi, OPD Pariaman, BMKG, Basarnas, TNI-Polri, BUMD, PMI, organisasi kebencanaan, relawan, media, akademisi, masyarakat, dan pihak lainnya. Jadi kita perkirakan pesertanya sekitar seribuan,” sebut Era.
Selain mengapresiasi, Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengajak semua pihak melihat secara jernih setiap poin-poin dan standar operasional prosedur (SOP) yang telah dilakukan dalam gladi ini. Hal ini sebagai upaya persiapan dan langkah yang lebih baik atau sempurna jika bencana Megathrust Mentawai benar-benar terjadi.
“Keberhasilan gladi dan simulasi ini dilihat dari berapa banyak pembelajaran kita peroleh untuk memperkuat kesiapsiagaan kita di masa depan. Mulai TTX, CTX, dan FTX. Maka gladi ini sangat penting dilakukan untuk menguji dan melihat sistem yang rancang bisa dioperasionalkan,” jelasnya.
Ia juga menilai, gladi dan simulasi bencana gempa bumi dan tsunami sangat strategis untuk sosialisasi, pembekalan, edukasi, dan penguatan kapasitas masyarakat. Tak hanya lebih waspada, tapi juga untuk memahami langkah-langkah penyelamatan diri atau evakuasi mandiri saat bencana terjadi.
“Sehingga jika suasana yang tidak kita inginkan itu terjadi, maka kita sudah melakukan upaya kesiapsiagaan. Melakukan kesiapsiagaan menghadapi bencana itu wajib hukumnya. Selurug hasil evaluasi dan masukan gladi tadi harus ditindaklanjuti. Karena kita sudah ada SOP, jadi tahu peran masing-masing, dan bergerak cepat sesuai komando,” terang Mahyeldi.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad ikut mengapresiasi kegiatan Gladi Kesiapsiagaan Gempa Bumi dan Tsunami yang digelar BPBD Provinsi Sumbar bekerja sama BPBD Kota Pariaman ini. Baginya kegiatan ini bukan memelihara ketakutan, melainkan untuk melatih ketangguhan masyarakat.
“Dengan latihan ini kita mengasah naluri, melatih reflek, memahami jalur evakuasi secara cepat, sehingga jika bencana terjadi, kita tidak terlalu panik dan mengurangi risiko,” tambahnya.
Diketahui, rangkaian gladi ini dimulai sehari sebelumnya dengan kegiatan Table Top Exercise (TTX) dan Command Post Exercise (CPX) di Balai Kota Pariaman. Diikuti BPBD kabupaten/kota, organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi, OPD Pariaman, Basarnas, BMKG, TNI-Polri, PMI, Bank Nagari, DMC Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Kelompok Siaga Bencana (KSB) Pariaman, RSUD M Djamil Padang, RAFI, dan pihak terkait lainnya. ( Kontributor STO/ why)













