Soroti Ketimpangan Ekologi, Rispondi Ajak Media Sumbar Suarakan Pembangunan Berkelanjutan

- Penulis

Minggu, 12 Juli 2026 - 05:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh: Rispondi, S.I.Kom.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

PADANG – Keberlanjutan lingkungan dan keseimbangan sosial di Sumatra Barat kini berada di titik krusial. Pengelolaan sektor pertambangan, kehutanan, dan perkebunan yang mengabaikan prinsip keberlanjutan dinilai menjadi ancaman nyata bagi generasi masa depan. Fenomena illegal mining, illegal logging, hingga tumpang tindih kepemilikan lahan tidak hanya merusak ekologi, tetapi juga memperlebar jurang kesenjangan ekonomi dan mengoyak tatanan sosial masyarakat.

Merespons realitas tersebut, praktisi komunikasi Sumatra Barat, Rispondi, S.I.Kom., menegaskan bahwa media massa memiliki tanggung jawab moral dan intelektual yang besar. Media bukan sekadar pelapor berita, melainkan pilar penyeimbang yang harus memastikan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) benar-benar berjalan di ranah publik.

“Sektor pertambangan, kehutanan, dan perkebunan adalah kekayaan alam yang harus dikelola dengan komitmen jangka panjang. Jika hari ini kita membiarkan eksploitasi tanpa kendali, secara tidak langsung kita sedang mewariskan kerusakan alam dan penderitaan kepada anak cucu kita di masa depan,” ujar Rispondi dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).

*Ancaman Ekologi dan Kerusakan Tatanan Sosial*

Menurut Rispondi, dampak dari tata kelola yang buruk di ketiga sektor tersebut bersifat sistemik. Aktivitas penebangan hutan secara liar (illegal logging) terbukti merusak keanekaragaman hayati dan mengganggu siklus hidrologi yang memicu bencana alam. Di sisi lain, maraknya pertambangan ilegal (illegal mining) meninggalkan lubang-lubang kehancuran yang merenggut hak ekologis generasi mendatang.

Lebih lanjut, alumnus ilmu komunikasi ini menyoroti konflik agrarian berupa tumpang tindih kepemilikan lahan perkebunan. Masalah ini dinilai kerap memicu benturan horizontal di tengah masyarakat.

“Tumpang tindih lahan menciptakan persoalan baru yang merusak tatanan sosial budaya kita. Alih-alih membawa kesejahteraan, ketidakpastian hukum ini justru memicu ketimpangan ekonomi dan konflik sosial yang berkepanjangan,” tambahnya secara akademis.

*Media Sebagai Penjaga Keseimbangan*

Dalam perspektif makro, Rispondi mengajak seluruh lini media, khususnya di Sumatra Barat, untuk memperkuat fungsi kontrol sosialnya. Media diharapkan mampu menyajikan jurnalisme investigatif yang solutif, mengedukasi masyarakat, serta mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak pada kelestarian alam.

Menutup pandangannya, Rispondi menyampaikan pesan reflektif yang menyentuh hati namun sarat ketegasan moral bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Alam Minangkabau ini adalah titipan, bukan warisan yang bisa dihabiskan. Mari kita jaga bersama alam kita. Menyelamatkan hutan, menghentikan tambang ilegal, dan merapikan tata kelola lahan hari ini adalah bukti cinta nyata kita untuk anak cucu kita kelak,” pungkasnya dengan optimis.

Kontak Media / Narasumber:

Nama: Rispondi, S.I.Kom.

Profesi: Praktisi Komunikasi Sumatra Barat

No. Kontak: 081377271073 (WhatsApp/Telepon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sumbartimesoke.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Maladministrasi Bantuan Pascabencana: Jeritan Petani Kayu Pasak dan Urgensi Transparansi PPL Agam
Warisi Api Perjuangan Rahmah El-Yunusiyyah, Diniyyah Puteri Gaungkan Semangat Santri Membangun Negeri
PMO Kota Sawahlunto Matangkan Hasil Verifikasi Validasi KDKMP dan Serahkan Sarana Prasarana Gerai Koperasi
PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru Gelar MAPABA, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Kepedulian Sosial
Belum Miliki Gerai Fisik, KKMP Kampung Jawa Tetap Bergerak dan Perkuat Komitmen Anggota
Dapatkan Apresiasi dari Kemenhan RI, Wisuda Magister Armi Dt. Mujua Batuah Jadi Kebanggaan Pasaman Barat
Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, PMO Kota Bukittinggi Kawal Akselerasi KDKMP Benteng Pasar Atas
Rheydita cahyani Jadi Idola Baru: Inovasi PKKMB Fakultas Kedokteran Universitas Bung Hatta Lahirkan Generasi Medis Cerdas dan Berwibawa

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Dugaan Maladministrasi Bantuan Pascabencana: Jeritan Petani Kayu Pasak dan Urgensi Transparansi PPL Agam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Warisi Api Perjuangan Rahmah El-Yunusiyyah, Diniyyah Puteri Gaungkan Semangat Santri Membangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:51 WIB

PMO Kota Sawahlunto Matangkan Hasil Verifikasi Validasi KDKMP dan Serahkan Sarana Prasarana Gerai Koperasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:52 WIB

PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru Gelar MAPABA, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Kepedulian Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Belum Miliki Gerai Fisik, KKMP Kampung Jawa Tetap Bergerak dan Perkuat Komitmen Anggota

Berita Terbaru