“Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Bocah 14 Tahun di Solok Selatan Diduga Diruda Paksa, Rumah Orang Tuanya Malah Dihancurkan dan Diancam Diusir dari Kampung”

- Penulis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOLOK SELATAN, SUMBAR TIMES OKE www.sumbartimesoke.id — Nestapa memilukan menimpa sebuah keluarga di Jorong Tanah Galo, Kenagarian Lubuk Ulang Aling Tengah, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan. Belum kering air mata akibat dugaan tindak pidana persetubuhan yang menimpa anak di bawah umur berinisial W (14), kini keluarga korban harus menghadapi rentetan intimidasi, teror, hingga perusakan tempat tinggal.

Kasus ini mencuat ke publik setelah adanya laporan polisi resmi bernomor LP/81/XII/2025/SPKT/Polres Solok Selatan/Polda Sumbar. Terduga pelaku, M. Saputra (22), warga Jorong Tanah Galo, hingga kini dilaporkan masih dalam pengejaran pihak kepolisian dan berstatus buron.

Namun, alih-alih mendapatkan perlindungan dan empati dari lingkungan sekitar, pihak keluarga korban justru menghadapi situasi mencekam. Rumah dan satu unit sepeda motor milik keluarga korban hancur berantakan, yang diduga kuat dilakukan oleh pihak keluarga pelaku yang tidak terima atas pelaporan tersebut. Redaksi Sumbar Times Oke telah mengantongi bukti-bukti dokumentasi fisik terkait kehancuran bangunan dan aset korban tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ibu korban, Eni Rustika (33), dengan suara bergetar menahan tangis, membeberkan penderitaan yang dialami keluarganya kepada awak media, Jumat (5/6/2026). Ia mengaku tidak lagi merasa aman tinggal di kampung halamannya sendiri.

“Kami terus diintimidasi. Rumah dihancurkan, motor dirusak. Bahkan, beberapa oknum Ninik Mamak, di antaranya SR Dt Rajo Kociak dari Suku Malayu dan Dt Bandaro Hitam dari Suku Piliang, secara serentak mendatangi kami,” ungkap Eni dengan mata berkaca-kaca.

Menurut penuturan Eni, oknum pemuka adat tersebut memberikan ancaman psikologis yang sangat berat bagi kehidupan sosial mereka. Jika pihak keluarga menolak mencabut laporan polisi di Polres Solok Selatan, mereka diancam akan dikeluarkan dari ikatan suku dan diusir secara paksa dari kampung halaman.

Ancaman pengusiran adat ini dinilai banyak pihak sebagai tindakan yang mencederai rasa kemanusiaan, mengingat posisi korban di sini adalah anak di bawah umur yang seharusnya dilindungi oleh payung hukum adat maupun negara.

Pihak Kepolisian Polres Solok Selatan melalui perwakilannya, Salmi, menegaskan bahwa aparat bergerak cepat dan terus melakukan pemburuan intensif terhadap terduga pelaku M. Saputra. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan pelaku, agar segera melaporkannya ke Mapolres Solok Selatan atau kantor polisi terdekat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SR Dt Rajo Kociak dan Dt Bandaro Hitam belum berhasil dimintai keterangan atau dikonfirmasi oleh redaksi terkait dugaan intimidasi dan ancaman sanksi adat tersebut karena kendala teknis komunikasi di lapangan. Redaksi Sumbar Times Oke membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak-pihak terkait demi keberimbangan informasi.

Kini, Eni Rustika bersama anaknya yang masih di bawah umur hanya bisa berharap pada ketegasan hukum positif Republik Indonesia. Mereka meminta agar Kapolda Sumbar dan Kapolres Solok Selatan segera menangkap terduga pelaku persetubuhan serta para pelaku perusakan rumah mereka, demi tegaknya keadilan yang hakiki di atas bumi Nusantara. (STO)

Contact Redaksi: 081377271073

Editor/ Publisher Sumbar Times Oke www.sumbartimesoke.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sumbartimesoke.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menjaga Integritas Pilwanag: Menakar Kualitas Demokrasi Madani di Solok Selatan
Dugaan Maladministrasi Bantuan Pascabencana: Jeritan Petani Kayu Pasak dan Urgensi Transparansi PPL Agam
Warisi Api Perjuangan Rahmah El-Yunusiyyah, Diniyyah Puteri Gaungkan Semangat Santri Membangun Negeri
PMO Kota Sawahlunto Matangkan Hasil Verifikasi Validasi KDKMP dan Serahkan Sarana Prasarana Gerai Koperasi
PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru Gelar MAPABA, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Kepedulian Sosial
Belum Miliki Gerai Fisik, KKMP Kampung Jawa Tetap Bergerak dan Perkuat Komitmen Anggota
Dapatkan Apresiasi dari Kemenhan RI, Wisuda Magister Armi Dt. Mujua Batuah Jadi Kebanggaan Pasaman Barat
Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, PMO Kota Bukittinggi Kawal Akselerasi KDKMP Benteng Pasar Atas

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:42 WIB

Menjaga Integritas Pilwanag: Menakar Kualitas Demokrasi Madani di Solok Selatan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Dugaan Maladministrasi Bantuan Pascabencana: Jeritan Petani Kayu Pasak dan Urgensi Transparansi PPL Agam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Warisi Api Perjuangan Rahmah El-Yunusiyyah, Diniyyah Puteri Gaungkan Semangat Santri Membangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:51 WIB

PMO Kota Sawahlunto Matangkan Hasil Verifikasi Validasi KDKMP dan Serahkan Sarana Prasarana Gerai Koperasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:52 WIB

PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru Gelar MAPABA, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Kepedulian Sosial

Berita Terbaru