SOLOK, SUMBAR TIMES OKE www.sumbartimesoke.id – Kabupaten Solok tidak pernah kehabisan cerita tentang kekayaan budaya dan keindahan alamnya. Salah satu permata tersembunyi yang kini kian bersinar adalah Nagari Supayang, sebuah kawasan agraris yang terletak di Kecamatan Payung Sekaki. Bukan sekadar nagari biasa, Supayang hari ini sukses bertransformasi menjadi daerah yang maju berkat perpaduan harmoni antara ketahanan pangan, pelestarian satwa, dan warisan budaya yang diakui secara nasional.
Akselerasi kemajuan luar biasa di Nagari Supayang ini tidak lepas dari peran aktif dan tangan dingin Haji Rusli. Selaku Tokoh Pembangunan sekaligus Ketua Pemuda setempat, figur yang dikenal progresif ini menjadi motor penggerak utama yang berhasil menyatukan energi pemuda dan masyarakat untuk membangun nagari secara multisektor.
Salah satu kebanggaan terbesar masyarakat Supayang adalah tradisi “Mangajian Padi”. Ritual adat pra-musim tanam ini bukan sekadar rutinitas para petani, melainkan simbol gotong royong dan rasa syukur yang mendalam kepada Sang Pencipta. Di bawah kawalan dan dukungan penuh Haji Rusli bersama elemen kepemudaan, nilai historis tradisi ini berhasil dipertahankan hingga resmi ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbi).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi masyarakat setempat, Mangajian Padi adalah fondasi spiritual sebelum menggarap lahan, sekaligus pengikat tali silaturahmi antar-kelompok tani dan pemuka adat yang tidak lekang oleh waktu.
Sinergi adat yang digelorakan oleh kepemimpinan Haji Rusli tersebut berdampak nyata pada suburnya sektor pertanian di sana. Berada di hamparan perbukitan sejuk, Nagari Supayang kini menjadi andalan Kabupaten Solok dalam pengembangan Padi Gogo (padi lahan kering) yang ditanam secara tumpang sari dengan jagung. Langkah inovatif yang digerakkan oleh sektor kepemudaan ini terbukti mampu mengoptimalkan lahan kering menjadi sumber pangan yang sangat produktif.
Tidak hanya itu, jika musimnya tiba, harum semerbak buah durian akan menyambut siapa saja yang datang. Nagari Supayang sejak lama tersohor sebagai salah satu sentra penghasil durian terbaik di Solok. Guna mendongkrak ekonomi warga secara berkelanjutan, Haji Rusli memelopori program peremajaan pohon-pohon durian tua dengan bibit unggul baru, sebuah langkah konkret pembangunan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Daya tarik Nagari Supayang ternyata juga berhasil memikat perhatian dunia internasional melalui kehadiran Kalaweit Supayang. Pusat konservasi dan rehabilitasi satwa liar yang berfokus pada owa dan siamang ini menjadi oase hijau di Payung Sekaki. Dukungan penuh dari Haji Rusli sebagai tokoh pemuda dalam menjaga kelestarian lingkungan membuat Kalaweit berkembang pesat, menjadikan Supayang sebagai destinasi penting bagi para pencinta lingkungan, peneliti, dan wisatawan dunia berbasis konservasi.

Menatap masa depan, Nagari Supayang membuktikan bahwa kemajuan ekonomi dari sektor pertanian dan pariwisata bisa berjalan beriringan tanpa harus merusak alam dan meninggalkan identitas budaya asli Minangkabau. Semua ini menjadi bukti nyata bagaimana peran pemuda di bawah komando Haji Rusli mampu membawa perubahan besar bagi kemaslahatan publik.
Bagi Anda yang ingin merasakan kedamaian alam berbalut tradisi yang kental, berziarah ke makam ulama besar Syech Muchsin, atau sekadar menikmati durian otentik langsung dari pohonnya, Nagari Supayang di Kecamatan Payung Sekaki siap menyambut Anda dengan keramahan khasnya.Release by: Rispondi, S.I.Kom.
Contact Redaksi: 081377271073
Editor/ Publisher: Sumbar Times Oke www.sumbartimesoke.id













