50 KOTA, SUMBAR TIMES OKE www.sumbartimesoke.id – Kemeriahan Bhayangkara Run Polres 50 Kota Road to Police Woman Run 2026 yang digelar pada Minggu (14/6/2026) di kawasan wisata Kampung Eropa Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, semakin semarak dengan penampilan seni karawitan alam Minangkabau bertajuk “Symponi di Salo Jari”.
Kegiatan yang berada di bawah pimpinan Kapolres 50 Kota, AKBP Syaiful Wachid, S.H., S.I.K., M.H., tersebut dimulai pada pukul 06.30 WIB. Penampilan seni budaya yang dibawakan oleh para siswa dan siswi SMA Negeri 1 Harau yang tergabung dalam kelompok Simponi di Salo Jari menjadi sajian pelepas penat sehabis melaksanakan Bhayangkara Run Polres 50 Kota Road to Police Woman Run 2026.
“Si
mponi di Salo Jari” merupakan sebuah komposisi musik karawitan Minangkabau yang sarat akan pesan kebersamaan dan toleransi. Karya ini menggambarkan bahwa harmoni tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kemampuan berbagai perbedaan untuk berpadu dan berkoordinasi dalam satu irama yang indah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karya tersebut berhasil meraih predikat Terbaik II tingkat Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2026 pada ajang Seni Alam Minangkabau. Komposisi ini mengeksplorasi ketangkasan, kelembutan, serta kekuatan ekspresi yang lahir dari sela-sela jari para pemainnya. Dalam filosofi budaya Minangkabau, jari bukan hanya alat fisik, tetapi juga menjadi jembatan antara rasa dan bunyi yang melahirkan keindahan musikal.
Secara musikal, “Simponi di Salo Jari” tersusun atas beberapa bagian yang menggambarkan perjalanan menuju harmoni. Bagian pembuka diawali dengan permainan instrumen canang, talempong, gandang tambua, tasa, serta sorak penyaji yang berpadu dalam ritme 4/4. Selanjutnya, komposisi berkembang melalui lantunan vokal dan permainan ansambel yang melambangkan ruang pertemuan serta pentingnya tenggang rasa di tengah keberagaman.
Pada bagian berikutnya, suasana semakin dinamis melalui perpaduan berbagai modulasi ritme yang enerjik, ditambah permainan Gandang Tambua dan Talempong Melody yang menghadirkan pola-pola ritmik yang kompleks dan atraktif. Puncak pertunjukan ditandai dengan bersatunya seluruh instrumen dalam aransemen polifonik yang kaya, menghasilkan perpaduan harmonis antara alat tiup, perkusi, dan vokal.
Penampilan “Simponi di Salo Jari” tidak hanya menjadi hiburan bagi para peserta dan masyarakat yang hadir, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya Minangkabau sekaligus sarana menyampaikan pesan tentang pentingnya persatuan, toleransi, dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran kelompok seni dari generasi muda tersebut menjadi bukti bahwa semangat Bhayangkara Run Polres 50 Kota tidak hanya mengusung gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan serta melestarikan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.
Dengan memadukan olahraga, seni, dan budaya, Bhayangkara Run Polres 50 Kota Road to Police Woman Run 2026 menghadirkan semangat kebersamaan yang sejalan dengan nilai-nilai Polri Presisi dalam mengayomi dan mendekatkan diri kepada masyarakat.By: Humas Polres 50 Kota
Contact Redaksi: 081377271073
Editor/Publisher: Sumbar Times Oke
www.sumbartimesoke.id













