Akses Transportasi Terhambat, Masyarakat Berharap Percepatan Pembangunan Jembatan Bulantiak Solok Selatan

- Penulis

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAUAH DUO, SOLOK SELATAN. www.Sumbartimesoke.id. — Kondisi infrastruktur Jembatan Bulantiak yang berlokasi di Kenagarian KAPD, Kecamatan Pauah Duo, Kabupaten Solok Selatan, saat ini membutuhkan perhatian serius. Jembatan vital yang berfungsi sebagai urat nadi transportasi harian dan jalur distribusi logistik pertanian masyarakat setempat dilaporkan mengalami kerusakan struktural yang cukup parah.

Menurut keterangan salah seorang tokoh masyarakat setempat, Pak Jokand, kerusakan infrastruktur yang berjarak sekitar 60 meter dari Kantor Wali Nagari KAPD ini sudah berlangsung selama kurang lebih tujuh bulan. Dampaknya, akses kendaraan roda empat, khususnya truk pengangkut material, sama sekali tidak dapat melintas demi keamanan.

“Jembatan ini merupakan satu-satunya jalur transportasi utama ke wilayah ujung utara. Saat ini kondisinya sangat darurat dan kapasitas muatannya sangat terbatas. Masyarakat sangat berharap ada langkah penanganan yang cepat dari pemerintah daerah,” ujar Pak Jokand kepada Sumbar Times Oke, Selasa (21/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespons aspirasi tersebut, Penjabat (Pj) Wali Nagari KAPD, Yeni, menjelaskan bahwa pihak pemerintahan nagari telah melakukan langkah-langkah administratif yang diperlukan. Ia memastikan bahwa proposal pengajuan perbaikan yang diinisiasi oleh Pj Wali Nagari sebelumnya telah ditindaklanjuti ke tingkat kabupaten.

Berdasarkan koordinasi tertulis via pesan digital dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Solok Selatan, Yeni menyebutkan bahwa proyek pembangunan jembatan permanen tersebut direncanakan berjalan dalam waktu dekat. “Informasi yang kami terima, kemungkinan besar realisasi pembangunan fisik jembatan permanen akan dimulai setelah bulan Agustus mendatang,” ungkap Yeni.

Secara terpisah, Kepala Dinas PU Kabupaten Solok Selatan, Yolly, memberikan klarifikasi teknis mengenai linimasa penanganan jembatan tersebut. Yolly menjelaskan bahwa kerusakan Jembatan Bulantiak terjadi pasca-pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni. Oleh karena itu, penganggaran perbaikan dialokasikan melalui skema dana Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

“Pembangunan Jembatan Bulantiak di Kecamatan KAPD saat ini sedang menunggu penyaluran dana TKD pengembalian dari pusat. Proses ini berjalan transparan dan masyarakat dapat memantau langsung perkembangannya melalui portal resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) untuk memastikan akuntabilitasnya,” terang Yolly.

Sementara itu,  Ir. Sutan Hendy Alamsyah Ketua LMR-RI Komisariat Wilayah Sumatera Barat. Dan sekaligus Tokoh Sungai Pagu Lama, Ir. Sutan Hendy Alamsyah, turut memberikan pandangannya. Ia mengingatkan pentingnya realisasi janji pembangunan oleh jajaran pimpinan daerah guna menjaga kepercayaan publik.

“Infrastruktur darurat yang ada sekarang sangat membatasi mobilitas ekonomi warga. Sebagai bagian dari elemen masyarakat dan putra daerah, kami meminta Pemkab Solok Selatan untuk membuktikan komitmennya secara nyata. Kami berharap janji pembangunan ini segera terealisasi tanpa kendala birokrasi yang berlarut-larut, demi kesejahteraan masyarakat pertanian di Pauah Duo,” tegas Ir. Sutan Hendy Alamsyah. (Sumbar Times Oke/Endri Alamsyah)

Contact Redaksi: 081377271073

Editor/ Publisher: Sumbar Times Oke

www.sumbartimesoke.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sumbartimesoke.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RTRW Solok Selatan 20 Tahun ke Depan Disahkan, Komitmen Keterbukaan Publik Pemkab dan DPRD Dipertanyakan
Gencarkan Ekonomi Kerakyatan, Dekopinwil Sumbar Dorong Akselerasi Koperasi Merah Putih
KOMITMEN NYATA POLDA SUMBAR: DI BAWAH KEPEMIMPINAN KOMBES POL ANDRY KURNIAWAN, JARINGAN MAFIA EMAS ILEGAL INTERNASIONAL BERHASIL DIGAGALKAN
Kemerdekaan dalam Peradaban Minangkabau: Merawat Sumpah Tradisi dan Kedaulatan Diri
“Soroti Selisih Harga Material Proyek Strategis Nasional di Sumbar, Ketua LMR-RI: Potensi Kerugian Negara Harus Diaudit”
Memaknai Kemerdekaan ke-81, LMR-RI Komwil Sumbar Ajak Masyarakat Rawat Nilai Kebangsaan dan Jaga Persatuan
Menanti Normalisasi Batang Layah: Asa Petani Salareh Aia di Antara Trauma Banjir dan Ketidakpastian Lahan
Semburan Lumpur Pauah Duo: Menguji Tanggung Jawab Ekologis PT SEML, Pemkab Solok Selatan, dan Komitmen Penegakan Hukum

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:03 WIB

RTRW Solok Selatan 20 Tahun ke Depan Disahkan, Komitmen Keterbukaan Publik Pemkab dan DPRD Dipertanyakan

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:57 WIB

Gencarkan Ekonomi Kerakyatan, Dekopinwil Sumbar Dorong Akselerasi Koperasi Merah Putih

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:07 WIB

KOMITMEN NYATA POLDA SUMBAR: DI BAWAH KEPEMIMPINAN KOMBES POL ANDRY KURNIAWAN, JARINGAN MAFIA EMAS ILEGAL INTERNASIONAL BERHASIL DIGAGALKAN

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:26 WIB

Kemerdekaan dalam Peradaban Minangkabau: Merawat Sumpah Tradisi dan Kedaulatan Diri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:13 WIB

“Soroti Selisih Harga Material Proyek Strategis Nasional di Sumbar, Ketua LMR-RI: Potensi Kerugian Negara Harus Diaudit”

Berita Terbaru