Aroma Bocor Rencana Razia Tambang Emas Ilegal Tigo Lurah: Ratusan Ton Solar Subsidi Diduga Ditimbun, LMR-RI Alihkan Laporan ke Kapolri

- Penulis

Selasa, 26 Mei 2026 - 04:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOLOK, SUMBAR TIMES OKE. www.sumbartimesoke.id – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat kian meresahkan. Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia (LMR-RI) Komisariat Wilayah Sumatera Barat mensinyalir adanya dugaan kebocoran informasi terkait rencana razia penertiban, yang membuat para pelaku tambang ilegal berhasil mengamankan diri dan menimbun pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Ketua Komwil LMR-RI Sumbar, Ir. Sutan Hendy Alamsyah, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan intensif mengenai pergerakan mencurigakan sebelum operasi penertiban dilakukan oleh aparat penegak hukum.

“Info yang berkembang di tengah masyarakat mengindikasikan adanya dugaan kebocoran rencana razia. Satu minggu sebelum operasi, pasokan solar subsidi ilegal dalam jumlah besar—diduga mencapai ratusan ton—sudah masuk dan ditimbun di kawasan Tigo Lurah sebagai stok,” ujar Sutan Hendy saat dikonfirmasi media, Selasa (26/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Sutan, pola pergerakan para pelaku yang mendadak tiarap saat razia berlangsung memperkuat dugaan adanya keterlibatan oknum yang membekingi operasional tambang maupun pasokan BBM ilegal tersebut.

“Rencana razia seolah sudah diketahui sebelumnya. Jika ada keterlibatan oknum dalam, tentu target operasi menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, sesuai permintaan informan dan demi tegaknya hukum, kami akan meneruskan laporan ini ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk Mabes Polri dan Kapolri, serta berkoordinasi dengan media nasional agar kasus ini dikawal secara transparan,” tegasnya.

Keresahan Warga Batu Bajanjang

Dampak aktivitas ilegal ini mulai memicu protes keras dari masyarakat setempat. Seorang warga Nagari Batu Bajanjang yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keselamatan, mengeluhkan gangguan keamanan akibat armada pengangkut BBM ilegal yang melintasi pemukiman mereka setiap malam.

“Kami atas nama masyarakat Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Tigo Lurah, sudah sangat resah. Setiap malam, ratusan mobil jenis double cabin (Estrada) bermuatan solar menuju arah Garabak Data melintas di nagari kami. Ini sangat mengganggu kenyamanan warga. Kami meminta jalur pasokan tersebut dihentikan atau dialihkan,” ungkap warga tersebut melalui pesan singkat.

Sumber tersebut juga menambahkan, masyarakat kecil tidak berdaya untuk melakukan penghadangan di lapangan karena menduga adanya keterlibatan dan pengawalan dari oknum berseragam.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih terus melakukan upaya konfirmasi kepada pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat dan Polres Solok guna mendapatkan klarifikasi resmi terkait dugaan kebocoran informasi razia serta klaim keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah Tigo Lurah tersebut.Releas by: Tim

Contact Redaksi 081377271073

Editor/ Publisher Sumbar Times Oke. www.sumbartimesoke.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sumbartimesoke.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RTRW Solok Selatan 20 Tahun ke Depan Disahkan, Komitmen Keterbukaan Publik Pemkab dan DPRD Dipertanyakan
Gencarkan Ekonomi Kerakyatan, Dekopinwil Sumbar Dorong Akselerasi Koperasi Merah Putih
KOMITMEN NYATA POLDA SUMBAR: DI BAWAH KEPEMIMPINAN KOMBES POL ANDRY KURNIAWAN, JARINGAN MAFIA EMAS ILEGAL INTERNASIONAL BERHASIL DIGAGALKAN
Kemerdekaan dalam Peradaban Minangkabau: Merawat Sumpah Tradisi dan Kedaulatan Diri
“Soroti Selisih Harga Material Proyek Strategis Nasional di Sumbar, Ketua LMR-RI: Potensi Kerugian Negara Harus Diaudit”
Memaknai Kemerdekaan ke-81, LMR-RI Komwil Sumbar Ajak Masyarakat Rawat Nilai Kebangsaan dan Jaga Persatuan
Menanti Normalisasi Batang Layah: Asa Petani Salareh Aia di Antara Trauma Banjir dan Ketidakpastian Lahan
Semburan Lumpur Pauah Duo: Menguji Tanggung Jawab Ekologis PT SEML, Pemkab Solok Selatan, dan Komitmen Penegakan Hukum

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:03 WIB

RTRW Solok Selatan 20 Tahun ke Depan Disahkan, Komitmen Keterbukaan Publik Pemkab dan DPRD Dipertanyakan

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:57 WIB

Gencarkan Ekonomi Kerakyatan, Dekopinwil Sumbar Dorong Akselerasi Koperasi Merah Putih

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:07 WIB

KOMITMEN NYATA POLDA SUMBAR: DI BAWAH KEPEMIMPINAN KOMBES POL ANDRY KURNIAWAN, JARINGAN MAFIA EMAS ILEGAL INTERNASIONAL BERHASIL DIGAGALKAN

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:26 WIB

Kemerdekaan dalam Peradaban Minangkabau: Merawat Sumpah Tradisi dan Kedaulatan Diri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:13 WIB

“Soroti Selisih Harga Material Proyek Strategis Nasional di Sumbar, Ketua LMR-RI: Potensi Kerugian Negara Harus Diaudit”

Berita Terbaru