Geger! Jembatan Jalan Pintas Liki–Karang Putiah Puluhan Tahun Terabaikan, Warga Soroti Kepedulian Pemkab Solok Selatan

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 00:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOLOK SELATAN, SUMBAR TIMES OKE www.sumbartimesoke.id
Kondisi jembatan penghubung masyarakat yang menghubungkan kawasan Liki, Lubuk Gadang Barat Daya, dengan Karang Putiah, Nagari Persiapan Lubuk Gadang Barat, kembali menjadi sorotan. Infrastruktur yang menjadi akses vital bagi warga tersebut disebut telah puluhan tahun belum tersentuh pembangunan secara memadai, 10/07/2026

Jembatan yang berada di jalur pintas antarkampung itu hingga kini masih menjadi harapan masyarakat setempat. Padahal, keberadaannya dinilai sangat penting untuk memperlancar mobilitas warga, aktivitas ekonomi, hingga akses pelayanan dasar.

Untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait rencana pembangunan jembatan tersebut, wartawan media ini menyambangi Kantor Wali Nagari Lubuk Gadang Barat yang berada di depan Pasar Liki pada Senin (22/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat itu, wartawan diterima oleh Kepala Seksi Pemerintahan Nagari karena Penjabat (PJ) Wali Nagari sedang mengikuti upacara Senin sekaligus kegiatan launching pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) di Aula Kantor Bupati Solok Selatan.

“Pak PJ Wali Nagari sedang mengikuti upacara dan kegiatan launching pendataan BPS di kantor bupati,” ujar Dona, Kasi Pemerintahan Nagari.

Beberapa saat kemudian, PJ Wali Nagari Seven menghubungi media ini dan menjelaskan bahwa hingga saat ini belum pernah diajukan proposal resmi terkait pembangunan jembatan tersebut.

“Selama ini memang belum ada proposal yang diajukan. Yang ada hanya penyampaian secara lisan kepada Wakil Bupati Solok Selatan, Ir. H. Yulian Efi, saat agenda kunjungan Tim Safari Ramadan. Namun hingga sekarang belum ada tindak lanjutnya,” terang Seven.

Di lokasi berbeda, media ini juga menghubungi PJ Wali Nagari Karang Putiah, Romi, mengingat jembatan yang diusulkan tersebut menghubungkan dua wilayah pemerintahan nagari.

Menurut Romi, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) melalui Bidang Bina Marga sebenarnya telah melakukan peninjauan lapangan.

“Dari pihak Dinas PUTR Bidang Bina Marga sudah pernah turun meninjau lokasi. Namun, terkendala persoalan lahan di sekitar titik pembangunan abutmen jembatan baru yang hingga kini belum mendapatkan pembebasan lahan,” jelasnya.

Sementara itu, keluhan juga datang dari masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut. Rado, salah seorang warga yang tinggal di pintu masuk jalan pintas itu, berharap Pemerintah Kabupaten Solok Selatan lebih proaktif dalam menyikapi persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut.

“Pemerintah harus menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat. Apa pun hambatannya, pemerintah memiliki kewenangan dan kemampuan untuk mencari solusi. Kesulitan ini dirasakan langsung oleh rakyat,” ungkapnya.

Menurut Rado, kondisi jembatan yang tidak memadai kerap memaksa warga mengambil risiko saat menyeberangi aliran sungai, terutama ketika debit air meningkat.

“Saya sering melihat warga harus merayap saat menyeberang, bahkan ada yang terpaksa membuka pakaian agar bisa menyeberang. Kalau debit air sedang besar, tentu sangat berbahaya. Pemimpin harus bersikap bijaksana dan proaktif melihat kondisi seperti ini,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menantikan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan untuk merealisasikan pembangunan jembatan yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi warga dua nagari tersebut, ( Laporan Endri Alamsyah)

Contact Redaksi: 081377271073

Editor/ Publisher : Sumbar Times Oke

www.sumbartimesoke.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sumbartimesoke.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RTRW Solok Selatan 20 Tahun ke Depan Disahkan, Komitmen Keterbukaan Publik Pemkab dan DPRD Dipertanyakan
Gencarkan Ekonomi Kerakyatan, Dekopinwil Sumbar Dorong Akselerasi Koperasi Merah Putih
KOMITMEN NYATA POLDA SUMBAR: DI BAWAH KEPEMIMPINAN KOMBES POL ANDRY KURNIAWAN, JARINGAN MAFIA EMAS ILEGAL INTERNASIONAL BERHASIL DIGAGALKAN
Kemerdekaan dalam Peradaban Minangkabau: Merawat Sumpah Tradisi dan Kedaulatan Diri
“Soroti Selisih Harga Material Proyek Strategis Nasional di Sumbar, Ketua LMR-RI: Potensi Kerugian Negara Harus Diaudit”
Memaknai Kemerdekaan ke-81, LMR-RI Komwil Sumbar Ajak Masyarakat Rawat Nilai Kebangsaan dan Jaga Persatuan
Menanti Normalisasi Batang Layah: Asa Petani Salareh Aia di Antara Trauma Banjir dan Ketidakpastian Lahan
Semburan Lumpur Pauah Duo: Menguji Tanggung Jawab Ekologis PT SEML, Pemkab Solok Selatan, dan Komitmen Penegakan Hukum

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:03 WIB

RTRW Solok Selatan 20 Tahun ke Depan Disahkan, Komitmen Keterbukaan Publik Pemkab dan DPRD Dipertanyakan

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:57 WIB

Gencarkan Ekonomi Kerakyatan, Dekopinwil Sumbar Dorong Akselerasi Koperasi Merah Putih

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:07 WIB

KOMITMEN NYATA POLDA SUMBAR: DI BAWAH KEPEMIMPINAN KOMBES POL ANDRY KURNIAWAN, JARINGAN MAFIA EMAS ILEGAL INTERNASIONAL BERHASIL DIGAGALKAN

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:26 WIB

Kemerdekaan dalam Peradaban Minangkabau: Merawat Sumpah Tradisi dan Kedaulatan Diri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:13 WIB

“Soroti Selisih Harga Material Proyek Strategis Nasional di Sumbar, Ketua LMR-RI: Potensi Kerugian Negara Harus Diaudit”

Berita Terbaru