SOLOK SELATAN, SUMBAR TIMES OKE www.sumbartimesoke.id
Kondisi jembatan penghubung masyarakat yang menghubungkan kawasan Liki, Lubuk Gadang Barat Daya, dengan Karang Putiah, Nagari Persiapan Lubuk Gadang Barat, kembali menjadi sorotan. Infrastruktur yang menjadi akses vital bagi warga tersebut disebut telah puluhan tahun belum tersentuh pembangunan secara memadai, 10/07/2026
Jembatan yang berada di jalur pintas antarkampung itu hingga kini masih menjadi harapan masyarakat setempat. Padahal, keberadaannya dinilai sangat penting untuk memperlancar mobilitas warga, aktivitas ekonomi, hingga akses pelayanan dasar.
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait rencana pembangunan jembatan tersebut, wartawan media ini menyambangi Kantor Wali Nagari Lubuk Gadang Barat yang berada di depan Pasar Liki pada Senin (22/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat itu, wartawan diterima oleh Kepala Seksi Pemerintahan Nagari karena Penjabat (PJ) Wali Nagari sedang mengikuti upacara Senin sekaligus kegiatan launching pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) di Aula Kantor Bupati Solok Selatan.
“Pak PJ Wali Nagari sedang mengikuti upacara dan kegiatan launching pendataan BPS di kantor bupati,” ujar Dona, Kasi Pemerintahan Nagari.
Beberapa saat kemudian, PJ Wali Nagari Seven menghubungi media ini dan menjelaskan bahwa hingga saat ini belum pernah diajukan proposal resmi terkait pembangunan jembatan tersebut.
“Selama ini memang belum ada proposal yang diajukan. Yang ada hanya penyampaian secara lisan kepada Wakil Bupati Solok Selatan, Ir. H. Yulian Efi, saat agenda kunjungan Tim Safari Ramadan. Namun hingga sekarang belum ada tindak lanjutnya,” terang Seven.
Di lokasi berbeda, media ini juga menghubungi PJ Wali Nagari Karang Putiah, Romi, mengingat jembatan yang diusulkan tersebut menghubungkan dua wilayah pemerintahan nagari.
Menurut Romi, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) melalui Bidang Bina Marga sebenarnya telah melakukan peninjauan lapangan.
“Dari pihak Dinas PUTR Bidang Bina Marga sudah pernah turun meninjau lokasi. Namun, terkendala persoalan lahan di sekitar titik pembangunan abutmen jembatan baru yang hingga kini belum mendapatkan pembebasan lahan,” jelasnya.
Sementara itu, keluhan juga datang dari masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut. Rado, salah seorang warga yang tinggal di pintu masuk jalan pintas itu, berharap Pemerintah Kabupaten Solok Selatan lebih proaktif dalam menyikapi persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut.
“Pemerintah harus menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat. Apa pun hambatannya, pemerintah memiliki kewenangan dan kemampuan untuk mencari solusi. Kesulitan ini dirasakan langsung oleh rakyat,” ungkapnya.
Menurut Rado, kondisi jembatan yang tidak memadai kerap memaksa warga mengambil risiko saat menyeberangi aliran sungai, terutama ketika debit air meningkat.
“Saya sering melihat warga harus merayap saat menyeberang, bahkan ada yang terpaksa membuka pakaian agar bisa menyeberang. Kalau debit air sedang besar, tentu sangat berbahaya. Pemimpin harus bersikap bijaksana dan proaktif melihat kondisi seperti ini,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menantikan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan untuk merealisasikan pembangunan jembatan yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi warga dua nagari tersebut, ( Laporan Endri Alamsyah)
Contact Redaksi: 081377271073
Editor/ Publisher : Sumbar Times Oke
www.sumbartimesoke.id













