Ironi 22 Tahun Urat Nadi Koto Bira–Simancuang: Di Balik Gemerlap Penghargaan Solok Selatan

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOLOK SELATAN, SUMBAR TIMES OKE www.sumbartimesoke.id – Infrastruktur bukan sekadar beton dan aspal, melainkan instrumen fundamental dalam pemenuhan hak-hak dasar ekonomi dan pendidikan masyarakat. Namun, bagi warga di ujung Kecamatan Sungai Pagu, tepatnya di jalur penghubung Koto Bira menuju Jorong Simancuang, Kabupaten Solok Selatan, hak dasar tersebut tampaknya masih menjadi barang mewah yang harus diperjuangkan di atas ketidakpastian.

Selama 22 tahun, jalan usaha tani sepanjang kurang lebih 8 kilometer yang menjadi urat nadi perekonomian kawasan tersebut dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan. Setiap hari, para petani harus bertaruh nyawa meniti jembatan darurat dari gelondongan kayu bulat yang licin dan berlumpur, terutama saat intensitas hujan tinggi. Jalur inilah yang menjadi satu-satunya akses untuk menyalurkan komoditas singkong, jagung, dan kopi menuju pasar.

“Sejak generasi terdahulu mencari kayu bakar di hutan, akses jalan ini sudah ada. Namun hingga hari ini, kondisinya tidak pernah berubah signifikan. Kami hampir kehilangan harapan,” ujar salah seorang petani setempat dengan nada getir, Selasa (27/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi infrastruktur yang suboptimal ini berdampak domino pada struktur sosial-ekonomi masyarakat. Selain melonjaknya biaya logistik yang menggerus pendapatan petani, akses yang rusak parah ini juga memicu risiko keselamatan batin, menghambat anak-anak menuju sekolah, hingga memaksa warga memutar otak demi mempertahankan taraf hidup paling dasar.

Respons Kebijakan dan Tantangan Anggaran

Upaya konfirmasi dilakukan guna mendapatkan keberimbangan informasi terkait perencanaan pembangunan daerah. Saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Rabu pagi (29/7/2026), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Solok Selatan, Yolly, memberikan penjelasan normatif mengenai keterbatasan ruang fiskal daerah pada tahun anggaran berjalan.

“Tidak ada alokasi dana APBD tahun 2026 untuk perbaikan jalan Koto Bira–Simancuang. Kemungkinan pada tahun anggaran 2027 nanti akan coba kita usulkan kembali,” jelas Yolly singkat.

Ketiadaan plot anggaran ini memicu respons kritis dari berbagai elemen masyarakat yang melihat adanya kesenjangan (gap) antara realitas sosiologis di lapangan dengan representasi keberhasilan pembangunan yang kerap diamplifikasi oleh jajaran birokrasi di media sosial.

Kritik Sosiologis dan Desakan dari Ir. Sutan Hendy Alamsyah Ketua LMR-RI Komisariat Wilayah Sumatera Barat. Ir. St. Hendy Alamsyah, yang juga merupakan putra daerah Sungai Pagu, menyampaikan kritik tajam terhadap skala prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan. Menurutnya, pemerintah daerah harus memiliki kepekaan sosial (social sensitivity) yang tinggi dalam menyusun skala prioritas anggaran.

“Kita melihat adanya kontras yang tajam. Di satu sisi masyarakat disuguhkan dengan publikasi berbagai pencapaian dan penghargaan daerah di media sosial. Di sisi lain, ada ratusan kepala keluarga yang bertaruh keselamatan setiap hari di jalan maut tersebut. Kebijakan publik harus berorientasi pada kemaslahatan murni, bukan sekadar pemenuhan indikator administratif,” tegas Hendy.
Pandangan senada juga disampaikan oleh mantan birokrat Pemkab Solok Selatan asal Pulakek Koto Bira, A.P. Ia menekankan pentingnya pengawalan perencanaan anggaran yang komprehensif dari hulu ke hilir agar tidak selalu gagal di tahap realisasi.

“Sudah selayaknya instansi terkait melakukan pengawalan ketat mulai dari tahap pengusulan hingga masuk ke Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Menghadapi keterbatasan APBD, pemerintah daerah juga harus progresif menjemput bola ke pembiayaan pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) atau secara bertahap mengintegrasikannya dengan Dana Nagari/Desa,” saran A.P.

Dua dekade lebih bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah penantian. Di tengah narasi besar pembangunan daerah, kisah dari Koto Bira–Simancuang menjadi pengingat penting: bahwa esensi tertinggi dari pembangunan adalah memanusiakan manusia dan menghadirkan keadilan sosial yang merata hingga ke ujung negeri.

(Laporan Wartawan Sumbar Times Oke dari Solok Selatan: Endri Alamsyah)

Contact Redaksi: 081377271073

Editor/ Publisher: Sumbar Times Oke

www.sumbartimesoke.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sumbartimesoke.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Maladministrasi Bantuan Pascabencana: Jeritan Petani Kayu Pasak dan Urgensi Transparansi PPL Agam
Warisi Api Perjuangan Rahmah El-Yunusiyyah, Diniyyah Puteri Gaungkan Semangat Santri Membangun Negeri
PMO Kota Sawahlunto Matangkan Hasil Verifikasi Validasi KDKMP dan Serahkan Sarana Prasarana Gerai Koperasi
PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru Gelar MAPABA, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Kepedulian Sosial
Belum Miliki Gerai Fisik, KKMP Kampung Jawa Tetap Bergerak dan Perkuat Komitmen Anggota
Dapatkan Apresiasi dari Kemenhan RI, Wisuda Magister Armi Dt. Mujua Batuah Jadi Kebanggaan Pasaman Barat
Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, PMO Kota Bukittinggi Kawal Akselerasi KDKMP Benteng Pasar Atas
Rheydita cahyani Jadi Idola Baru: Inovasi PKKMB Fakultas Kedokteran Universitas Bung Hatta Lahirkan Generasi Medis Cerdas dan Berwibawa

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Dugaan Maladministrasi Bantuan Pascabencana: Jeritan Petani Kayu Pasak dan Urgensi Transparansi PPL Agam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Warisi Api Perjuangan Rahmah El-Yunusiyyah, Diniyyah Puteri Gaungkan Semangat Santri Membangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:51 WIB

PMO Kota Sawahlunto Matangkan Hasil Verifikasi Validasi KDKMP dan Serahkan Sarana Prasarana Gerai Koperasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:52 WIB

PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru Gelar MAPABA, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Kepedulian Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Belum Miliki Gerai Fisik, KKMP Kampung Jawa Tetap Bergerak dan Perkuat Komitmen Anggota

Berita Terbaru