Oleh: Rispondi, S.I.Kom. Pemimpin Umum, Editor dan Publisher dari media online Sumbar Times Oke
PASAMAN, SUMBAR TIMES OKE www.sumbartimesoke.id – Suasana penuh berkah, tawa, dan kebahagiaan menyelimuti Masjid Istiqamah, Kampung Sari Bulan, Nagari Simpang, Kecamatan Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman. Masyarakat setempat kembali menggelar tradisi tahunan “Malapeh Kaua Padi,” sebuah ritual mendoa dan syukuran akbar usai panen raya padi yang sukses memikat hati siapa saja yang menyaksikannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tradisi luhur ini merupakan bentuk ekspresi rasa syukur yang mendalam dari masyarakat atas limpahan rezeki dan rahmat Allah SWT. Lebih dari sekadar ritual, Malapeh Kaua Padi telah menjelma menjadi pesta budaya yang dinanti-nantikan oleh publik karena menyajikan kehangatan tradisi Minangkabau yang begitu kental dan menyenangkan.
Lantunan Diki Mulut yang Menggetarkan Jiwa
Kemeriahan acara tahun ini kian semarak dengan penampilan seni “Diki Mulut” yang dibawakan secara apik oleh tiga onggok (grup) maestro. Satu onggok bertindak sebagai tuan rumah dari Garagarah, sementara dua onggok lainnya didatangkan langsung dari Kumpulan. Lantunan selawat dan zikir yang sahut-menyahut tidak hanya sakral, tetapi juga menciptakan atmosfer budaya yang begitu megah dan mengagumkan.
Keunikan Makan Bajamba: Rebutan Singgang Ayam yang Mengundang Tawa
Puncak keceriaan pecah saat memasuki sesi Nungkawa (menikmati makanan ringan) setelah salat Zuhur, menjelang makan bersama pada pukul 15.00 WIB. Para ibu sejak pagi telah sibuk menyiapkan hidangan terbaik dalam jamba, mulai dari kue-kue tradisional hingga menu utama yang paling dinanti: Singgang Ayam.
Keunikan tak terlupakan terjadi ketika anak-anak dengan ceria membentuk lingkaran-lingkaran kecil. Mereka saling berebut potongan Singgang Ayam untuk dimasukkan ke dalam kantong plastik yang sudah disiapkan dari rumah. Tradisi “perebutan” yang penuh keakraban ini spontan memancing gelak tawa bahagia dari para bapak, ibu, dan seluruh pengunjung. Hidangan yang disajikan pun ludes tak tersisa, memancarkan aura kepuasan dan kebahagiaan di hati setiap warga.
Simbol Pemersatu Segala Generasi
Acara ini dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat Kampung Sari Bulan. Mulai dari anak-anak, remaja putra-putri, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga perangkat adat seperti Sumando, Ninik Mamak, serta Wali Nagari Simpang. Semua melebur dalam satu rasa: aman, nyaman, dan bahagia.
Kombinasi antara kesakralan doa, kemegahan seni Diki Mulut, dan keasyikan tradisi makan bajamba menjadikan “Malapeh Kaua Padi” sebagai warisan budaya luar biasa yang wajib dilestarikan. Tak heran, publik selalu dibuat rindu dan tidak sabar untuk menantikan kembali kemeriahan tradisi ini di Nagari Simpang pada tahun-tahun berikutnya melalui pemberitaan hangat Sumbar Times Ok.
Contact Redaksi: 081377271073
Editor/ Publisher: Sumbar Times Oke
www.sumbartimesoke.id













