LMR-RI Desak Aparat Tertibkan Dugaan Jaringan Tambang Emas Ilegal di Solok, Sejumlah Nama Mencuat

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOLOK SUMBAR TIMES OKE www.sumbartimesoke.id – Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia (LMR-RI) Komisariat Wilayah Sumatera Barat meminta aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas terkait dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) skala besar di Kabupaten Solok.

Ketua LMR-RI Komwil Sumbar, Ir. Sutan Hendy Alamsyah, menyatakan bahwa berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi lapangan yang dilakukan Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia (LMR-RI) Komisariat Wilayah Sumatera Barat tersebut, aktivitas pengerukan material secara ilegal diduga masif terjadi di beberapa titik aliran sungai dan perbukitan. Kawasan yang menjadi sorotan meliputi Supayang, Garabak Data, Guak Cangkuang, Rangkiang Luluih, Batang Simpang, hingga Batang Sikia.

“Kami menemukan indikasi kuat adanya pengoperasian puluhan unit alat berat jenis ekskavator yang bekerja siang dan malam. Dampak kerusakan lingkungan seperti air sungai yang keruh dan kerusakan jalan publik sudah sangat meresahkan warga setempat,” ujar Sutan Hendy Alamsyah kepada Sumbar Times Oke.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Catatan Investigasi Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia (LMR-RI) Komisariat Wilayah Sumatera Barat: Sejumlah Nama dan Inisial Mencuat

Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim investigasi LMR-RI dari laporan masyarakat di sekitar lokasi, muncul sejumlah nama yang diduga menjadi koordinator lapangan maupun pemilik modal dalam pusaran aktivitas tersebut.

Dua nama yang paling santer disebut oleh warga setempat adalah S dan NK. S disebut-sebut mengoordinasikan aktivitas di kawasan Supayang dan diisukan memiliki kedekatan dengan oknum kepala daerah berinisial JP. Namun, LMR-RI menegaskan dugaan hubungan tersebut masih perlu dibuktikan secara hukum agar tidak menjadi bola liar di tengah masyarakat.

Sementara itu, NK diduga mengendalikan jalur operasional alat berat di Guak Cangkuang, Andaleh, hingga Batang Sikia. Warga melaporkan adanya penomoran khusus pada armada alat berat yang beroperasi di jalur tersebut.

Selain dua nama di atas, LMR-RI juga mencatat laporan dari warga mengenai adanyal keterlibatan armada ekskavator lain yang diduga dikelola oleh beberapa nama lokal seperti D, DL, JA, M, dan F, serta beberapa nama lain yang saat ini tengah didalami perannya oleh lembaga.

Ancaman Pidana dan Kerusakan Lingkungan

Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia (LMR-RI) Komisariat Wilayah Sumatera Barat, mengingatkan bahwa jika dugaan praktik PETI ini terbukti di pengadilan, para pelaku dapat dijerat Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda hingga Rp100 miliar. Selain itu, penggunaan solar subsidi untuk industri ilegal serta dampak kerusakan lingkungan juga berpotensi melanggar UU Migas dan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Kami mendorong kepolisian dan pihak terkait untuk turun ke lapangan, memverifikasi informasi ini, dan melakukan penertiban demi menyelamatkan lingkungan Kabupaten Solok,” tegas Sutan Hendy.

Mengedepankan Asas Praduga Tak Bersalah

Redaksi Sumbar Times Oke bersama LMR-RI menegaskan bahwa seluruh nama, inisial, dan dugaan yang tercantum dalam rilis ini tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Informasi ini merupakan hasil serapan aspirasi dan investigasi Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia (LMR-RI) Komisariat Wilayah Sumatera Barat yang masih membutuhkan klarifikasi resmi serta pembuktian hukum dari pihak berwenang.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, media Sumbar Times Oke menyediakan ruang Hak Jawab dan Hak Koreksi secara penuh bagi pihak-pihak yang disebutkan namanya dalam rilis ini untuk memberikan klarifikasi atau bantahan berimbang. Release by: TIM

Editor/ Publisher Sumbar Times Oke. www.sumbartimesoke.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sumbartimesoke.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Mabes Polri Didesak Ambil Alih Kasus PETI Solok, Diduga Ada Oknum APH dan Oknum Pers ‘Main Mata’”
Siswi SMAN 1 Rao Raih Medali Emas O2SN Sumatera Barat 2026, Harumkan Nama Cabang Dinas Wilayah VI
Haji Rusli (Suli): Sosok Pemuda Inspiratif Kebanggaan Solok, Berhati Emas dan Dermawan Tanpa Batas
Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak
Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak
Ratusan Modifikator Truk dan Bus Ramaikan Padang Panjang Auto Show 2026
“Eksploitasi Emas Ilegal di Solok Memakan Korban: Ratusan Ekskavator Diduga Bebas Beroperasi, Kapolri Diminta Turun Tangan”
LMR-RI Desak Kapolri Sikat Ratusan Alat Berat Tambang Emas Ilegal di Solok, Oknum APH Diduga Terlibat!

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:37 WIB

“Mabes Polri Didesak Ambil Alih Kasus PETI Solok, Diduga Ada Oknum APH dan Oknum Pers ‘Main Mata’”

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:22 WIB

Siswi SMAN 1 Rao Raih Medali Emas O2SN Sumatera Barat 2026, Harumkan Nama Cabang Dinas Wilayah VI

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:10 WIB

Haji Rusli (Suli): Sosok Pemuda Inspiratif Kebanggaan Solok, Berhati Emas dan Dermawan Tanpa Batas

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:38 WIB

Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:27 WIB

Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak

Berita Terbaru