PASAMAN BARAT, SUMBAR TIMES OKE – Khairudin ’64’ Meninggal Dunia Akibat Di Terkam Buaya Di Sungai Lubuk Pancakauan saat menjaring ikan, Jorong Koto Labu, Nagari Sungai Aur, Kec.Sungai Aur, Kab.Pasaman Barat,”24/02/26.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa nahas ini bermula pada minggu 22/02/26) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. korban sedang menjaring ikan sendirian di Lubuak Pancakauan. Tiba-tiba, seekor buaya menyerang dan menerkam kaki kiri bagian betis korban hingga mengalami luka robek yang sangat parah. Warga yang kebetulan melintas langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Sungai Aur.
Melihat tidak adanya penanganan serius dari petugas puskesmas, keluarga memutuskan untuk membawa korban ke RSUD Pasbar. Namun, proses ini terkendala akibat status BPJS Kesehatan korban yang tidak aktif karena adanya tunggakan.
Meski keluarga menyatakan siap melunasi, kendala entri data di puskesmas sempat menghambat proses rujukan hingga akhirnya ada keterlambatan korban memasuki ruangan ICU RSUD pada pukul 23.00 WIB,”Ujar Efendi anak korban.
Kejadian ini pun menuai sorotan perhatian serius dari anggota DPRD Pasbar. Sulaiman dan Rommy Chandra, yang hadir langsung di RSUD di tengah-tengah keluarga korban yang sedang berduka.
Sulaiman menegaskan kepada media, perlunya evaluasi total kinerja puskesmas kec.sungai aur.
“Mulai dari penanganan korban di puskesmas hingga carut-marut status BPJS, ini harus menjadi perhatian serius dari pihak dan instansi yang bertanggung jawab,” tegas Sulaiman.
Senada dengan itu, Rommy Chandra mengimbau instansi terkait untuk meningkatkan kesiagaan warga.
“Kami berharap ada imbauan masif agar warga lebih waspada menghindari kejadian akibat binatang buas, khususnya buaya di aliran sungai,” tambahnya.
Jenazah almarhum telah dibawa kembali ke rumah duka di Sungai Aur pada pukul 21.30 WIB dengan ambulans RSUD Pasaman Barat.
Kejadian ini menjadi peringatan tentang pentingnya standar layanan medis di puskesmas dan kemudahan akses BPJS bagi warga. Kini, masyarakat Sungai Aur berharap adanya langkah nyata dari pemerintah daerah agar tragedi serupa tidak terulang kembali, sekaligus meningkatkan kesiagaan masyarakat terhadap bahaya binatang buas (UB/ME)
Release Ucok Bundaran
Publisher Rispondi












