SKANDAL GRATIFIKASI TAMBANG ILEGAL DI PASAMAN: SOSOK ‘WANBOWO’ DIDUGA JADI PENAMPUNG UPETI UNTUK BUNGKAM MEDIA

- Penulis

Jumat, 17 April 2026 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASAMAN – Praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Dua Koto dan Rao, Kabupaten Pasaman, mengungkap fakta mengejutkan. Seorang pria berinisial WN alias Wanbowo, yang selama ini mengaku sebagai konsultan sekaligus wartawan, diduga kuat menjadi aktor intelektual dalam pengumpulan setoran ilegal dari para mafia tambang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Wanbowo diduga melakukan pungutan liar kepada para pemain tambang emas ilegal dengan tarif mencapai kurang lebih Rp10 juta per alat berat. Dengan puluhan alat berat yang beroperasi di lokasi, nilai aliran dana haram ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah setiap bulannya.

Mirisnya, uang hasil kejahatan lingkungan tersebut diduga tidak dinikmati sendiri. Sebagian dana tersebut disinyalir dibagikan kepada oknum-oknum wartawan tertentu sebagai “uang tutup mata dan tutup mulut”. Tujuannya jelas: agar aktivitas perusakan alam lewat PETI di Pasaman tidak terendus publik dan tetap aman dari pemberitaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini adalah bentuk gratifikasi dan murni tindak pidana. Dia mengatasnamakan profesi (wartawan/konsultan) untuk melegalkan pungutan dari aktivitas ilegal. Ini merusak citra jurnalisme dan hukum di Pasaman,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Tantangan bagi Penegak Hukum
Masyarakat kini menaruh sorotan tajam kepada Polres Pasaman. Desakan untuk menangkap dan memproses hukum Wanbowo mengalir deras. Jika praktik yang sudah berlangsung lama ini tetap dibiarkan tanpa tindakan tegas, muncul pertanyaan besar di tengah publik mengenai komitmen kepolisian dalam memberantas mafia tambang.

“Kami meminta Polres Pasaman segera bertindak. Jangan sampai ada kesan pembiaran. Kalau Wanbowo tidak ditindak, ada apa dengan Polres Pasaman? Hukum harus tegak, jangan kalah oleh oknum yang bermain di lingkaran PETI,” tegas pernyataan tersebut.

Kasus ini menjadi ujian bagi transparansi dan ketegasan aparat penegak hukum di wilayah Pasaman untuk membersihkan praktik korupsi dan gratifikasi yang berakar dari pengerusakan hutan dan lingkungan.Release by: Rispondi, S.I.Kom.

Editor/ Publisher Sumbar Times Oke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sumbartimesoke.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Mabes Polri Didesak Ambil Alih Kasus PETI Solok, Diduga Ada Oknum APH dan Oknum Pers ‘Main Mata’”
Siswi SMAN 1 Rao Raih Medali Emas O2SN Sumatera Barat 2026, Harumkan Nama Cabang Dinas Wilayah VI
Haji Rusli (Suli): Sosok Pemuda Inspiratif Kebanggaan Solok, Berhati Emas dan Dermawan Tanpa Batas
Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak
Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak
Ratusan Modifikator Truk dan Bus Ramaikan Padang Panjang Auto Show 2026
“Eksploitasi Emas Ilegal di Solok Memakan Korban: Ratusan Ekskavator Diduga Bebas Beroperasi, Kapolri Diminta Turun Tangan”
LMR-RI Desak Kapolri Sikat Ratusan Alat Berat Tambang Emas Ilegal di Solok, Oknum APH Diduga Terlibat!

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:37 WIB

“Mabes Polri Didesak Ambil Alih Kasus PETI Solok, Diduga Ada Oknum APH dan Oknum Pers ‘Main Mata’”

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:22 WIB

Siswi SMAN 1 Rao Raih Medali Emas O2SN Sumatera Barat 2026, Harumkan Nama Cabang Dinas Wilayah VI

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:10 WIB

Haji Rusli (Suli): Sosok Pemuda Inspiratif Kebanggaan Solok, Berhati Emas dan Dermawan Tanpa Batas

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:38 WIB

Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:27 WIB

Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak

Berita Terbaru