TERANCAM SANKSI BERAT! Kasat Reskrim Polres Pasaman Dibayangi PTDH Atas Dugaan Pelanggaran Kode Etik dan Pembiaran Tindak Pidana

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SUMBAR TIMES OKE  – Kepastian hukum di wilayah Polres Pasaman kini menjadi sorotan tajam setelah AKP Fion Joni Hayes, Kasat Reskrim Polres Pasaman, resmi dilaporkan ke Kadiv Propam Polri. Laporan ini memicu tekanan batin mendalam bagi sang AKP, yang kini didera ketakutan luar biasa akan bayang-bayang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akibat akumulasi dugaan pelanggaran hukum dan etik yang serius.

Laporan yang disusun oleh Rispondi, S.I.Kom., bukan sekadar keluhan biasa, melainkan sebuah analisis tajam mengenai mandegnya penegakan hukum terhadap berbagai tindak pidana di wilayah Pasaman.

Pelanggaran Berlapis: Dari Kode Etik hingga Pidana

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara yuridis, AKP Fion Joni Hayes diduga telah melanggar prinsip Profesionalitas, Akuntabilitas, dan Transparansi sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepolisian (Perpol) tentang Kode Etik Profesi Polri. Aspek hukum yang menjadi sorotan utama dalam laporan tersebut meliputi:

Penyalahgunaan Wewenang (Abuse of Power): Dugaan pembiaran terhadap Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) dan Illegal Logging yang melanggar UU No. 3 Tahun 2020 (Minerba) dan UU No. 18 Tahun 2013 (Pencegahan Perusakan Hutan).

Kelalaian dalam Penegakan Hukum: Ketidakjelasan status hukum pada laporan masyarakat mengenai distribusi pupuk subsidi dan BBM yang diduga melanggar UU Darurat No. 7 Tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan, dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi.

Pelanggaran UU Cukai: Dugaan pembiaran peredaran rokok tanpa pita cukai yang merugikan pendapatan negara (UU No. 39 Tahun 2007).

Obstruksi Keadilan & Kebebasan Pers: Dugaan intimidasi terhadap jurnalis yang dapat dikategorikan sebagai upaya menghalangi penegakan hukum dan melanggar UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Bayang-Bayang PTDH dan Sanksi Pidana
Kondisi mental AKP Fion Joni Hayes dikabarkan terguncang hebat. Ketakutan akan sidang KEPP (Komisi Kode Etik Polri) yang berujung pada pemecatan (PTDH) membuat dirinya dihantui penyesalan mendalam. Berdasarkan aturan internal Polri, oknum yang terbukti melakukan pembiaran terhadap tindak pidana atau terlibat di dalamnya dapat dikenakan sanksi pemberhentian secara tidak hormat.

“Secara hukum, seorang pejabat kepolisian memiliki kewajiban untuk bertindak (duty to act). Jika ada pembiaran terhadap kejahatan yang kasat mata, maka itu adalah pelanggaran berat terhadap sumpah jabatan,” tegas isi laporan tersebut.

Mendesak Supervisi Mabes Polri
Laporan ini menuntut Div Propam Polri untuk segera melakukan langkah-langkah hukum konkrit:

Audit Investigasi terhadap seluruh berkas perkara yang mandeg di Satreskrim Polres Pasaman.

Pemeriksaan Kekayaan untuk mengantisipasi adanya indikasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jika ditemukan aliran dana tidak sah.

Supervisi Langsung untuk memulihkan kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi Polri di Sumatera Barat.

Kini, nasib karier AKP Fion Joni Hayes berada di tangan Div Propam Polri. Isak tangis dan rasa takut yang dialaminya menjadi sinyal bahwa hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, bahkan terhadap pejabat korps baju cokelat sekalipun. By; (Tim)

Editor/ Publisher Sumbar Times Oke

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sumbartimesoke.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Mabes Polri Didesak Ambil Alih Kasus PETI Solok, Diduga Ada Oknum APH dan Oknum Pers ‘Main Mata’”
Siswi SMAN 1 Rao Raih Medali Emas O2SN Sumatera Barat 2026, Harumkan Nama Cabang Dinas Wilayah VI
Haji Rusli (Suli): Sosok Pemuda Inspiratif Kebanggaan Solok, Berhati Emas dan Dermawan Tanpa Batas
Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak
Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak
Ratusan Modifikator Truk dan Bus Ramaikan Padang Panjang Auto Show 2026
“Eksploitasi Emas Ilegal di Solok Memakan Korban: Ratusan Ekskavator Diduga Bebas Beroperasi, Kapolri Diminta Turun Tangan”
LMR-RI Desak Kapolri Sikat Ratusan Alat Berat Tambang Emas Ilegal di Solok, Oknum APH Diduga Terlibat!

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:37 WIB

“Mabes Polri Didesak Ambil Alih Kasus PETI Solok, Diduga Ada Oknum APH dan Oknum Pers ‘Main Mata’”

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:22 WIB

Siswi SMAN 1 Rao Raih Medali Emas O2SN Sumatera Barat 2026, Harumkan Nama Cabang Dinas Wilayah VI

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:10 WIB

Haji Rusli (Suli): Sosok Pemuda Inspiratif Kebanggaan Solok, Berhati Emas dan Dermawan Tanpa Batas

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:38 WIB

Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:27 WIB

Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak

Berita Terbaru