Pisau Hukum yang Tajam ke Bawah, Namun Tumpul ke Atas: Menyoal Keadilan yang ‘Tebang Pilih’

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 03:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PASAMAN – Slogan “Equality Before the Law” atau persamaan hak di depan hukum kini tengah diuji legitimasinya. Gelombang kritik masyarakat mulai mengalir deras menyoroti pola penegakan hukum yang dianggap hanya beringas menyasar pelaku kelas teri, namun seolah kehilangan taring saat berhadapan dengan aktor intelektual atau pemilik kuasa.
Fenomena ini memicu pertanyaan besar: Apakah hukum kita masih menjadi panglima keadilan, atau justru telah berubah menjadi instrumen kekuasaan?
Kontras di Lapangan
Beberapa bulan terakhir, publik disuguhkan dengan pemandangan yang kontras. Di satu sisi, aparat penegak hukum begitu cekatan dalam meringkus pelaku tindak pidana kecil di pelosok desa. Proses hukum berjalan cepat, vonis dijatuhkan tanpa kompromi.
Namun di sisi lain, beberapa kasus besar yang melibatkan kerugian negara fantastis atau keterlibatan oknum tertentu justru terkesan berjalan di tempat. “Proses penyidikan yang lamban, berkas yang bolak-balik, hingga status tersangka yang tak kunjung ditetapkan menjadi tontonan yang mencederai akal sehat publik,” ujar seorang pengamat hukum setempat.
Publik Menuntut Transparansi
Praktik “tebang pilih” ini bukan sekadar isu moral, melainkan ancaman serius bagi demokrasi. Ketika masyarakat melihat hukum bisa dinegosiasikan atau hanya tajam ke satu sisi, kepercayaan terhadap institusi Polri maupun Kejaksaan berada di titik nadir.
Aktivis antikorupsi menekankan bahwa profesionalitas aparat diukur dari keberanian mereka menyentuh “area abu-abu” yang selama ini dianggap kebal hukum. Tanpa transparansi yang nyata, persepsi masyarakat bahwa hukum bisa dibeli akan sulit dihapuskan.
Respons Institusi
Menanggapi kritik tersebut, pihak berwenang menegaskan bahwa setiap penanganan kasus dilakukan berdasarkan alat bukti yang sah dan prosedur operasional standar (SOP). “Tidak ada istilah kebal hukum. Semua diproses sesuai fakta hukum di lapangan,” ungkap salah satu petinggi penegak hukum dalam konferensi pers baru-baru ini.
Namun, pembuktian klaim tersebut kini dinanti oleh warga Pasaman. Masyarakat tidak butuh sekadar angka statistik keberhasilan, melainkan rasa keadilan yang merata. Karena pada akhirnya, hukum yang tebang pilih hanya akan melahirkan ketidakadilan yang sistematis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sumbartimesoke.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Mabes Polri Didesak Ambil Alih Kasus PETI Solok, Diduga Ada Oknum APH dan Oknum Pers ‘Main Mata’”
Siswi SMAN 1 Rao Raih Medali Emas O2SN Sumatera Barat 2026, Harumkan Nama Cabang Dinas Wilayah VI
Haji Rusli (Suli): Sosok Pemuda Inspiratif Kebanggaan Solok, Berhati Emas dan Dermawan Tanpa Batas
Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak
Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak
Ratusan Modifikator Truk dan Bus Ramaikan Padang Panjang Auto Show 2026
“Eksploitasi Emas Ilegal di Solok Memakan Korban: Ratusan Ekskavator Diduga Bebas Beroperasi, Kapolri Diminta Turun Tangan”
LMR-RI Desak Kapolri Sikat Ratusan Alat Berat Tambang Emas Ilegal di Solok, Oknum APH Diduga Terlibat!

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:37 WIB

“Mabes Polri Didesak Ambil Alih Kasus PETI Solok, Diduga Ada Oknum APH dan Oknum Pers ‘Main Mata’”

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:22 WIB

Siswi SMAN 1 Rao Raih Medali Emas O2SN Sumatera Barat 2026, Harumkan Nama Cabang Dinas Wilayah VI

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:10 WIB

Haji Rusli (Suli): Sosok Pemuda Inspiratif Kebanggaan Solok, Berhati Emas dan Dermawan Tanpa Batas

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:38 WIB

Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:27 WIB

Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak

Berita Terbaru