PASAMAN, SUMBAR TIMES OKE – Jeritan hati pengguna jalan Kumpulan menuju Padang Sawah kini berubah menjadi kemarahan publik. Jalan sepanjang 36 kilometer yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat Pasaman kini kondisinya tak ubahnya kubangan raksasa yang siap menelan korban jiwa.
Pantauan tim investigasi Sumbar Times Oke di lapangan menemukan fakta yang mencengangkan sekaligus mengerikan. Untuk menempuh jarak hanya 10 kilometer dari Simpang Kumpulan menuju perbatasan Nagari Simpang, pengendara harus bertaruh nyawa selama lebih dari satu jam. Lubang-lubang besar menganga di badan jalan, memaksa kendaraan merayap dan seringkali terperosok ke dalam lubang yang sangat dalam.
Diduga biang kerok hancurnya jalan ini terungkap dengan jelas. Setiap harinya, sebanyak 10 unit armada dump truck roda gandeng membawa Pasir dan batu (sirtu) milik PT Aura Mandiri Sejahtera melintas tanpa ampun. Fakta berat beban yang dibawa sangatlah gila: muatan sirtu seberat – + 30 ton ditambah berat kosong mobil sekitar – + 12 ton. Artinya, jalan kelas kabupaten/ Provinsi ini harus menanggung beban fantastis 42 ton per unit, atau total 420 ton setiap harinya!
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bukan lagi jalan raya, ini jalur penyiksaan. Aspal mana yang sanggup menahan beban 42 ton per mobil setiap hari? Kami melihat sendiri bagaimana truk raksasa yang mengankut hasil tambang pasir dan bebatuan milik PT Aura Mandiri Sejahtera yang menuju Payakumbuh itu menghancurkan infrastruktur publik tanpa rasa bersalah,” lapor jurnalis Sumbar Times Oke dari lokasi kejadian.
Keberanian Sumbar Times Oke dalam membongkar praktik yang merusak fasilitas negara ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Kini, mata publik tertuju tajam pada Aparat Penegak Hukum (APH). Masyarakat menuntut ketegasan agar hukum tidak terlihat tumpul saat berhadapan dengan korporasi besar.
Muncul desakan kuat agar APH segera memanggil dan memeriksa Direktur PT Aura Mandiri Sejahtera. Perusahaan ini tidak boleh dibiarkan merasa kebal hukum sementara ribuan warga menderita akibat jalan yang hancur total. Publik menuntut pertanggungjawaban nyata atas kerusakan fasilitas negara yang dibangun dengan uang rakyat.
Langkah berani media ini diharapkan menjadi pemantik bagi kepolisian dan instansi terkait untuk segera bertindak. Jika pembiaran ini terus berlanjut, jalan Kumpulan-Padang Sawah, Kabupaten Pasaman,Sumatera Barat akan benar-benar terputus, mengisolasi warga, dan mematikan ekonomi daerah demi keuntungan sepihak PT Aura Mandiri Sejahtera.(Tim)
Editor/ Publisher Sumbar Times Oke.













