TEBING RAYA, PADANG, SUMBAR TIMES OKE – Di balik deru mesin dan kepul debu jalanan, terselip sebuah momen sakral saat takbir mulai berkumandang membelah angkasa. Merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menempa diri, Manager SPBU Tebing Raya, Bapak Peri, menyampaikan pesan penuh ketulusan untuk seluruh masyarakat dan pelanggan setia.
Idulfitri bukan sekadar tentang perayaan, melainkan tentang kepulangan—pulang menuju fitrah yang suci dan pulang ke pelukan maaf yang tulus. Bapak Peri menyadari bahwa dalam setiap interaksi dan pelayanan di lintasan aspal Tebing Raya, mungkin ada khilaf yang tak sengaja tertanam.
“Ibarat bensin yang menggerakkan laju kendaraan, maaf adalah bahan bakar bagi jiwa untuk terus melangkah maju tanpa beban masa lalu,” ujar Bapak Peri dalam pesan puitisnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai pelengkap indahnya silaturahmi, Bapak Peri beserta keluarga besar SPBU Tebing Raya mempersembahkan sebait pantun:
Membeli selasih di pasar pagi,
Warna merah elok dipandang;
Idulfitri datang kembali,
Salah dan khilaf mohon dibuang.
Burung nuri terbang ke dahan,
Hinggap sebentar di Tebing Raya;
Selamat hari Lebaran,
Mohon maaf lahir dan batin untuk semua.
Di hari yang fitri ini, Bapak Peri beserta keluarga dan seluruh jajaran manajemen SPBU Tebing Raya mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H / 2026 M
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Semoga cahaya Syawal menyinari setiap langkah kita, membawa keberkahan yang melimpah, dan mempererat tali persaudaraan di sepanjang perjalanan hidup.(Tim, Bebil, Nofriski, dan Jefri.)
Publisher Rispondi, S.I.Kom.












