Luar biasa! Tepuk tangan meriah untuk Polres Pasaman atas prestasi terbarunya dalam seni “pilih-pilih tebu.” Sepertinya aparat kita sedang mendaftar jadi juri ajang pencarian bakat, karena kemampuannya membedakan mana yang boleh ditangkap dan mana yang harus “dijaga” sungguh sangat presisi.
Kemarin, dengan gagah berani, Polres Pasaman berhasil menumbangkan “penjahat kelas kakap”—yakni warga lokal yang lagi mengais rezeki. Mungkin di mata hukum Polres Pasaman, mendulang emas untuk sesuap nasi adalah kejahatan luar biasa yang setara dengan konspirasi global. Sementara itu, para pemain besar dengan alat berat yang byk mengobrak-abrik bumi Pasaman seolah punya ilmu menghilang (aji panglimunan). Hebatnya, mata petugas kita mendadak jadi “rabun senja” kalau melihat alat berat banyak, tapi langsung “setajam elang” kalau melihat warga kecil menggaih resjeki.
Mungkin begini prinsip kerja baru yang sedang diterapkan:
Kalau kamu pakai cangkul satu alat: dan tdk setor Kamu adalah target operasi utama! Langsung borgol, bawa ke kantor, buatkan rilis berita seolah-olah kita baru saja menangkap gembong narkoba internasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kalau kamu pakai ekskavator banyak: Oh, mungkin itu cuma alat pertanian raksasa yang sedang “nyasar” di sungai. Silakan lanjut, jangan lupa minum kopi.
Rakyat Pasaman sekarang tidak butuh pelawak dari Jakarta, cukup lihat cara kerja Polres Pasaman saja sudah bikin ketawa sampai sakit perut. Lucu sekali melihat hukum tegak lurus ke bawah tapi mendadak “stroke” dan miring saat menghadap ke atas.
Selamat ya, Pak Polisi! Anda sukses membuat rakyat merasa aman… aman bagi para pemain besar, dan cemas bagi mereka yang cuma ingin makan. Teruslah bekerja dengan standar ganda ini, siapa tahu nanti dapat penghargaan sebagai “Polres Paling Selektif se-Indonesia.”
Ingat Pak, pangkat dan jabatan itu titipan, tapi tawa ejekan rakyat karena ketidakadilan itu abadi! Release by; Rispondi, S.I.Kom.
Editor/ Publisher Sumbar Times Oke












