PALEMBAYAN, AGAM. SUMBAR TIMES OKE – Miris, di tengah perjuangan warga bangkit dari duka bencana banjir bandang (galodo), aksi kriminalitas justru menghantui wilayah Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Jembatan Bailey yang dibangun khusus oleh jajaran Polda Sumbar untuk memulihkan akses transportasi warga kini kondisinya memprihatinkan akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab.
Satu per satu baut penyangga jembatan darurat tersebut dilaporkan hilang digondol pencuri. Hal ini memicu kekhawatiran besar bagi keselamatan pengendara yang melintas, mengingat jembatan tersebut merupakan urat nadi utama aktivitas masyarakat pasca bencana.
Kabar ini disampaikan langsung oleh tokoh masyarakat Salareh Aia, Nopendri (Kadir). Ia mengungkapkan bahwa sejak bencana melanda, aksi pencurian di wilayah tersebut bukannya mereda, justru semakin marak dan menjadi-jadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Izin melaporkan, semenjak galodo dan banjir bandang, aksi pencurian semakin menjadi-jadi. Bahkan Jembatan Bailey yang dibangun Bapak Kapolda Sumbar beserta personel dengan susah payah demi transportasi kami, satu per satu bautnya digondol maling,” ujar Nopendri dalam keterangannya, Rabu (25/3).
Nopendri sangat menyayangkan aksi pencurian ini karena jembatan tersebut dibangun dengan penuh perjuangan oleh pihak kepolisian agar mobilitas warga tidak terputus. Hilangnya komponen vital seperti baut dapat berakibat fatal pada kekuatan struktur jembatan.
Masyarakat setempat mendesak pihak berwenang, khususnya aparat kepolisian, untuk segera turun tangan melakukan patroli rutin dan menindak tegas para pelaku.
“Kami mohon aksi nyata dari pihak-pihak berwenang sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jembatan ini sangat penting bagi kami,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap ada langkah pengamanan tambahan di lokasi jembatan agar bantuan yang telah diberikan pemerintah dan Polri tidak rusak oleh tangan-tangan jahil.( Rispondi, S.I.Kom.)
Release Rispondi
Publisher Rispondi












