PALEMBAYAN, AGAM. SUMBAR TIMES OKE – Aksi pencurian pascabencana banjir bandang (galodo) di Kabupaten Agam semakin meresahkan. Bukannya bahu-membahu bangkit dari musibah, oknum tidak bertanggung jawab justru memanfaatkan situasi dengan menggasak harta benda warga, bahkan menyasar infrastruktur publik yang vital.
Tokoh masyarakat Palembayan, Nopendri Kadir, menyatakan kegeramannya atas ulah para pencuri yang kian berani. Tidak hanya menyasar rumah warga, para pelaku nekat mencuri baut-baut pada jembatan bailey—jembatan darurat yang dibangun atas bantuan Polda Sumbar untuk akses warga pascabencana.
“Kami merasa risih dan sangat prihatin. Di saat warga sedang berusaha pulih dari dampak banjir bandang, maling justru berkeliaran. Bahkan baut jembatan bantuan Polri pun dicuri. Ini sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan,” ujar Nopendri, Selasa (31/3/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Titik terang mulai muncul setelah sejumlah barang milik warga Sawah Laweh, Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, yang hilang pasca-galodo beberapa bulan lalu, mulai ditemukan. Barang-barang tersebut terdeteksi berada di salah satu tempat penampungan barang bekas (pengepul rongsokan) di kawasan Surau Kariang, Lubuk Basung.
Penemuan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi aparat kepolisian untuk mengungkap jaringan pencurian yang meresahkan di wilayah tersebut, termasuk pelaku spesialis pencuri baut jembatan bailey.
Senada dengan itu, Wali Nagari Salareh Aia, Rijal Islami T, S.Kom., menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi keamanan di desanya. Melalui sambungan telepon, Rijal berharap pihak kepolisian segera bertindak tegas.
“Kami berharap pelaku kejahatan ini segera tertangkap dan diadili sesuai undang-undang yang berlaku. Keamanan warga adalah prioritas kami, apalagi warga baru saja ditimpa musibah besar,” tegas Rijal kepada jurnalis media Sumbar Times, Oke Rispondi, S.I.Kom.
Saat ini, warga berharap patroli keamanan ditingkatkan untuk mencegah aksi serupa kembali terjadi dan memastikan infrastruktur bantuan pemerintah tetap utuh demi kepentingan masyarakat banyak.( Rispondi, S.I.Kom.)
- Editor/ Publisher Rispondi












