Tragedi di Sungai Aur: Warga Meninggal Diterkam Buaya, Layanan Kesehatan dan BPJS Jadi Sorotan Tajam

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASAMAN BARAT, SUMBAR TIMES OKE – Duka mendalam menyelimuti Nagari Sungai Aur. Khairudin (64), seorang warga Jorong Koto Labu, dilaporkan meninggal dunia pada Selasa (24/02/2026) setelah berjuang melawan luka parah akibat serangan buaya saat sedang menjaring ikan di Sungai Lubuk Pancakauan.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu (22/02/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Korban yang saat itu tengah mencari ikan sendirian tiba-tiba diserang predator air tersebut. Gigitan buaya pada bagian betis kiri menyebabkan luka robek yang sangat fatal. Meski sempat dievakuasi warga ke Puskesmas Sungai Aur, perjalanan medis korban justru menemui jalan berliku.

Sorotan Terhadap Layanan Puskesmas dan Administrasi BPJS
Pihak keluarga menyayangkan lambatnya penanganan di tingkat pertama. Efendi, anak korban, mengungkapkan bahwa keluarga terpaksa membawa korban ke RSUD Pasaman Barat karena merasa penanganan di puskesmas kurang serius.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, kendala kembali muncul terkait status BPJS Kesehatan korban yang tidak aktif akibat tunggakan. Meski keluarga berkomitmen melunasi, hambatan entri data di puskesmas dituding memperlambat proses rujukan. Akibatnya, korban baru bisa masuk ke ruang ICU RSUD pada pukul 23.00 WIB.

DPRD Pasaman Barat Desak Evaluasi Total
Tragedi ini memicu reaksi keras dari anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat. Sulaiman dan Rommy Chandra yang hadir langsung mendampingi keluarga korban di RSUD mendesak adanya perbaikan sistemik.

“Kami meminta evaluasi total terhadap kinerja Puskesmas Sungai Aur. Mulai dari penanganan darurat hingga karut-marut administrasi BPJS yang menghambat nyawa warga, ini harus menjadi perhatian serius instansi terkait,” tegas Sulaiman.

Di sisi lain, Rommy Chandra menekankan pentingnya mitigasi konflik manusia dan satwa. Ia mengimbau pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi masif mengenai bahaya binatang buas di sepanjang aliran sungai guna mencegah jatuhnya korban jiwa di masa depan.

Kepulangan Jenazah
Jenazah almarhum telah dipulangkan ke rumah duka di Sungai Aur pada pukul 21.30 WIB menggunakan ambulans RSUD Pasaman Barat. Kejadian ini kini menjadi pengingat keras bagi pemerintah daerah akan pentingnya standarisasi layanan medis darurat dan kemudahan akses jaminan kesehatan bagi masyarakat kecil.(UB/ME )

Release Ucok Bundaran

Publisher Rispondi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sumbartimesoke.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswi SMAN 1 Rao Raih Medali Emas O2SN Sumatera Barat 2026, Harumkan Nama Cabang Dinas Wilayah VI
Haji Rusli (Suli): Sosok Pemuda Inspiratif Kebanggaan Solok, Berhati Emas dan Dermawan Tanpa Batas
Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak
Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak
Ratusan Modifikator Truk dan Bus Ramaikan Padang Panjang Auto Show 2026
“Eksploitasi Emas Ilegal di Solok Memakan Korban: Ratusan Ekskavator Diduga Bebas Beroperasi, Kapolri Diminta Turun Tangan”
LMR-RI Desak Kapolri Sikat Ratusan Alat Berat Tambang Emas Ilegal di Solok, Oknum APH Diduga Terlibat!

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:22 WIB

Siswi SMAN 1 Rao Raih Medali Emas O2SN Sumatera Barat 2026, Harumkan Nama Cabang Dinas Wilayah VI

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:10 WIB

Haji Rusli (Suli): Sosok Pemuda Inspiratif Kebanggaan Solok, Berhati Emas dan Dermawan Tanpa Batas

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:38 WIB

Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:27 WIB

Dugaan Mafia BBM Subsidi Pasok PETI di Solok: Ratusan Alat Berat Rusak Hutan Lindung, APH Diminta Bertindak

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:55 WIB

Ratusan Modifikator Truk dan Bus Ramaikan Padang Panjang Auto Show 2026

Berita Terbaru