AGAM, SUMBAR TIMES OKE – Harapan warga Sawah Laweh Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam untuk mendapatkan keadilan mulai menemui titik terang. Satu per satu barang milik warga yang hilang dicuri pasca musibah banjir bandang (galodo) beberapa bulan lalu, dilaporkan mulai ditemukan di sebuah tempat pengepul rongsokan.
Penemuan barang-barang tersebut berlokasi di kawasan Surau Kariang, Lubuak Basung. Informasi ini membawa angin segar bagi warga yang selama ini merasa terpukul; tidak hanya karena kehilangan harta benda akibat bencana alam, tetapi juga karena ulah oknum yang memanfaatkan situasi sulit tersebut untuk mencuri.
Nopendri Kadir, perwakilan warga setempat, mengungkapkan rasa syukurnya atas titik terang ini. Ia berharap temuan di pengepul rongsokan tersebut menjadi pintu masuk bagi pihak kepolisian untuk membongkar jaringan pencurian yang meresahkan warga Sawah Laweh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semoga dengan ditemukannya sebagian barang warga ini, seluruh pelaku pencurian dapat segera ditangkap. Kami sangat berharap semua barang yang hilang bisa kembali, termasuk baut-baut Jembatan Bailey,” ujar Nopendri.
Kasus ini menjadi sorotan tajam karena pelaku tidak hanya menyasar rumah warga, tetapi juga nekat mencuri material vital seperti baut Jembatan Bailey. Padahal, jembatan tersebut merupakan bantuan dari Kapolda Sumbar dan jajaran kepolisian yang dibangun secara khusus untuk memulihkan akses transportasi warga yang terputus akibat galodo.
Warga kini menunggu langkah tegas dari aparat kepolisian untuk mengusut tuntas siapa saja oknum yang terlibat di balik penadahan barang rongsokan tersebut dan menangkap pelaku utama pencurian material jembatan serta harta benda pengungsi.( Rispondi, S.I.Kom.)
Release Rispondi
Publisher Rispondi












