BUKITTINGGI, SUMBAR TIMES OKE – Lonjakan arus kendaraan pada masa libur Lebaran 2026 memicu kemacetan ekstrem di ruas jalan lintas utama yang menghubungkan Kota Bukittinggi dan Padang Panjang pada Selasa (24/3). Jalur yang dalam kondisi normal hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit, kini dilaporkan harus dilalui pengendara hingga lebih dari 6 jam perjalanan.
Kepadatan luar biasa ini disebabkan oleh akumulasi volume kendaraan pemudik yang bercampur dengan masyarakat lokal yang melakukan perjalanan silaturahmi serta kunjungan ke berbagai destinasi wisata di Sumatra Barat.
Titik Krusial dan Kondisi Lapangan
Pantauan di lapangan menunjukkan arus lalu lintas bergerak merayap dengan titik-titik antrean panjang yang mengular di sejumlah persimpangan dan penyempitan jalan. Dominasi kendaraan pribadi dan bus pariwisata membuat kapasitas jalan tidak mampu menampung beban arus yang datang secara bersamaan sejak pagi hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kondisinya cukup melelahkan. Kami terjebak dari pagi dan progres kendaraan sangat lambat. Biasanya tidak sampai satu jam sudah sampai, sekarang sudah hampir enam jam masih di jalur yang sama,” ujar salah seorang pengendara di lokasi.
Himbauan Bagi Pengendara
Pihak terkait terus memantau situasi dan melakukan pengaturan di titik-titik rawan macet. Pengendara yang akan melintasi jalur ini sangat disarankan untuk:
Memastikan Kondisi Kendaraan: Pastikan sistem pendingin (AC) dan bahan bakar dalam posisi aman untuk menghadapi antrean panjang.
Menjaga Kesabaran: Hindari saling serobot yang dapat memperparah penyumbatan arus.
Atur Ulang Jadwal Perjalanan: Jika memungkinkan, tunda perjalanan ke jam-jam yang lebih longgar atau pertimbangkan jalur alternatif guna menghindari puncak kepadatan.
Hingga berita ini diturunkan, kepadatan masih terpantau cukup tinggi dan diperkirakan akan terus berlangsung hingga malam hari seiring tingginya antusiasme mobilitas masyarakat di masa libur hari raya.( Tim.Nofriski Yolando/ Bilhamdika/ Muhammad Jefry Ramadhan)
Publisher Rispondi, S.I.Kom.












