Libur Lebaran 2026: Jalur Bukittinggi-Padang Panjang Lumpuh, Waktu Tempuh Membengkak Jadi 6 Jam

- Penulis

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUKITTINGGI, SUMBAR TIMES OKE – Lonjakan arus kendaraan pada masa libur Lebaran 2026 memicu kemacetan ekstrem di ruas jalan lintas utama yang menghubungkan Kota Bukittinggi dan Padang Panjang pada Selasa (24/3). Jalur yang dalam kondisi normal hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit, kini dilaporkan harus dilalui pengendara hingga lebih dari 6 jam perjalanan.

Kepadatan luar biasa ini disebabkan oleh akumulasi volume kendaraan pemudik yang bercampur dengan masyarakat lokal yang melakukan perjalanan silaturahmi serta kunjungan ke berbagai destinasi wisata di Sumatra Barat.

Titik Krusial dan Kondisi Lapangan
Pantauan di lapangan menunjukkan arus lalu lintas bergerak merayap dengan titik-titik antrean panjang yang mengular di sejumlah persimpangan dan penyempitan jalan. Dominasi kendaraan pribadi dan bus pariwisata membuat kapasitas jalan tidak mampu menampung beban arus yang datang secara bersamaan sejak pagi hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kondisinya cukup melelahkan. Kami terjebak dari pagi dan progres kendaraan sangat lambat. Biasanya tidak sampai satu jam sudah sampai, sekarang sudah hampir enam jam masih di jalur yang sama,” ujar salah seorang pengendara di lokasi.

Himbauan Bagi Pengendara
Pihak terkait terus memantau situasi dan melakukan pengaturan di titik-titik rawan macet. Pengendara yang akan melintasi jalur ini sangat disarankan untuk:
Memastikan Kondisi Kendaraan: Pastikan sistem pendingin (AC) dan bahan bakar dalam posisi aman untuk menghadapi antrean panjang.

Menjaga Kesabaran: Hindari saling serobot yang dapat memperparah penyumbatan arus.

Atur Ulang Jadwal Perjalanan: Jika memungkinkan, tunda perjalanan ke jam-jam yang lebih longgar atau pertimbangkan jalur alternatif guna menghindari puncak kepadatan.

Hingga berita ini diturunkan, kepadatan masih terpantau cukup tinggi dan diperkirakan akan terus berlangsung hingga malam hari seiring tingginya antusiasme mobilitas masyarakat di masa libur hari raya.( Tim.Nofriski Yolando/ Bilhamdika/ Muhammad Jefry Ramadhan)

Publisher Rispondi, S.I.Kom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sumbartimesoke.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RTRW Solok Selatan 20 Tahun ke Depan Disahkan, Komitmen Keterbukaan Publik Pemkab dan DPRD Dipertanyakan
Gencarkan Ekonomi Kerakyatan, Dekopinwil Sumbar Dorong Akselerasi Koperasi Merah Putih
KOMITMEN NYATA POLDA SUMBAR: DI BAWAH KEPEMIMPINAN KOMBES POL ANDRY KURNIAWAN, JARINGAN MAFIA EMAS ILEGAL INTERNASIONAL BERHASIL DIGAGALKAN
Kemerdekaan dalam Peradaban Minangkabau: Merawat Sumpah Tradisi dan Kedaulatan Diri
“Soroti Selisih Harga Material Proyek Strategis Nasional di Sumbar, Ketua LMR-RI: Potensi Kerugian Negara Harus Diaudit”
Memaknai Kemerdekaan ke-81, LMR-RI Komwil Sumbar Ajak Masyarakat Rawat Nilai Kebangsaan dan Jaga Persatuan
Menanti Normalisasi Batang Layah: Asa Petani Salareh Aia di Antara Trauma Banjir dan Ketidakpastian Lahan
Semburan Lumpur Pauah Duo: Menguji Tanggung Jawab Ekologis PT SEML, Pemkab Solok Selatan, dan Komitmen Penegakan Hukum

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:03 WIB

RTRW Solok Selatan 20 Tahun ke Depan Disahkan, Komitmen Keterbukaan Publik Pemkab dan DPRD Dipertanyakan

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:57 WIB

Gencarkan Ekonomi Kerakyatan, Dekopinwil Sumbar Dorong Akselerasi Koperasi Merah Putih

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:07 WIB

KOMITMEN NYATA POLDA SUMBAR: DI BAWAH KEPEMIMPINAN KOMBES POL ANDRY KURNIAWAN, JARINGAN MAFIA EMAS ILEGAL INTERNASIONAL BERHASIL DIGAGALKAN

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:26 WIB

Kemerdekaan dalam Peradaban Minangkabau: Merawat Sumpah Tradisi dan Kedaulatan Diri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:13 WIB

“Soroti Selisih Harga Material Proyek Strategis Nasional di Sumbar, Ketua LMR-RI: Potensi Kerugian Negara Harus Diaudit”

Berita Terbaru