PADANG, SUMBAR TIMES OKE – Jika Anda mendengar nama Andi Irman, mungkin terdengar seperti nama pria baik-baik biasa. Namun, sebutkan nama “Manlamang”, maka seantero Padang akan tahu kita sedang bicara soal legenda hidup pers yang ulet, pemberani, dan punya “kesaktian” yang sulit dinalar akal sehat.
Di usianya yang ke-78, Manlamang bukan sekadar wartawan senior; beliau adalah simbol kegigihan sejak tahun 1980-an. Aral melintang? Sudah dimakannya jadi sarapan. Rintangan? Sudah dilewatinya sambil menyeruput kopi. Kariernya yang panjang membuktikan bahwa tinta penanya setajam nyalinya di lapangan.
Ilmu “Sakti” dan Tangan yang Menggetarkan
Bicara soal masa muda, Manlamang adalah definisi pemuda “bagak” yang sesungguhnya. Ada satu rahasia umum yang membuat orang bergidik sekaligus kagum: kesaktian tangannya. Konon, jika Manlamang sudah marah dan mengayunkan tangannya ke batang pisang, pohon pisang tersebut tidak langsung tumbang, melainkan “pingsan” dulu sebelum akhirnya mati pelan-pelan. Bisa dibayangkan, pohon pisang saja gemetar, apalagi narasumber yang coba-coba menyembunyikan kebenaran!
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, jangan salah sangka. Nama “Manlamang” sendiri punya filosofi mendalam. “Man artinya laki-laki, Lamang artinya lurus,” selorohnya sambil terkekeh. Seperti lamang yang tegak lurus, begitulah prinsip hidup Andi Irman: selalu tegak di atas kebenaran dan tidak pernah bengkok oleh tekanan.
Takdir Indah di Usia Senja
Setelah berbakti sebagai kepala keluarga yang mengayomi dan sempat berduka atas kepergian istri tercinta yang seorang bidan, takdir ternyata masih punya kejutan manis untuk Sang Maestro. Di usia 78 tahun, bak mendapat “hidayah” dan bonus dari Yang Maha Kuasa, Manlamang kini hidup berdampingan dengan seorang wanita cantik berusia 40-an.
Bukti bahwa pesona “Lelaki Lurus” ini memang tidak luntur dimakan zaman. Stamina wartawan delapan puluhan memang beda!
Tentang Manlamang (Andi Irman):
Putra asli Kota Padang yang mulai aktif di dunia jurnalistik sejak era 80-an. Dikenal sebagai wartawan pemberani, ayah yang penyayang, dan sosok yang tetap humoris meski sudah melalui berbagai asam garam kehidupan. Hingga kini, semangatnya tetap “tegak” sekeras lamang, dan hatinya tetap lembut bagi keluarga.Release by: Rispondi, S.I.Kom.
Editor/ Publisher Sumbar Times Oke.












