PADANG, SUMBAR TIMES OKE – Saat gema takbir mulai membelah langit Ranah Minang, menyusup di antara deru ombak Pantai Padang dan semilir angin perbukitan, sebuah pesan ketulusan mengalir. Di hari yang fitri ini, Doni beserta keluarga besar merayakan kembalinya jiwa yang suci dalam balutan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Lebaran tahun ini bukan sekadar tentang perayaan, melainkan tentang kepulangan hati kepada fitrahnya. Di tengah hangatnya aroma rendang dan ketupat yang mengepul di meja makan, Doni memaknai 1 Syawal sebagai momentum untuk merajut kembali silaturahmi yang sempat renggang dan menghapus noda khilaf yang pernah terukir.
Sebagai penyejuk suasana, seuntai pantun pun dihantarkan:
Membeli selasih di Pasar Raya,
Dibawa pulang ke dalam raga.
Selamat Idul Fitri hari raya,
Mohon maaf lahir batin dari kami sekeluarga.
“Kemenangan sejati adalah saat kita mampu menundukkan ego dan membuka pintu maaf seluas samudra,” ujar Doni dalam pesan hangatnya. Baginya, Idul Fitri 1447 H adalah jembatan untuk mempererat kasih sayang, sembari berharap doa-doa yang dipanjatkan selama Ramadhan dikabulkan oleh Sang Khalik.
Melalui rilis ini, Doni beserta keluarga yang berdomisili di Padang menyampaikan ucapan:
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.”
Semoga cahaya kesucian hari ini senantiasa menerangi langkah kita semua menuju hari esok yang lebih berkah.(Tim Bebil, Nofrisky, dan Jefry).
Publisher Rispondi, S.I.Kom.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT












