PARIAMAN, SUMBAR TIMES OKE – Cahaya rembulan Ramadan 1447 H mulai membias di ufuk timur, membawa aroma kedamaian bagi seluruh umat Muslim. Menyambut bulan seribu bulan ini, tokoh pengusaha muda asal Pariaman, Afrizoni, yang akrab disapa Peri, menyampaikan pesan kesejukan bagi seluruh karib kerabat dan masyarakat.
Bagi Peri, Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum untuk membasuh jiwa dan mempererat tali silaturahmi yang mungkin sempat merenggang oleh kesibukan duniawi.
“Ramadan adalah tamu agung yang datang membawa lentera ketenangan. Di tengah deru langkah kita mencari nafkah, mari sejenak berhenti untuk mengisi bekal akhirat,” ujar Afrizoni dalam pesannya.
Sebagai putra daerah yang tumbuh dengan nilai-nilai religiusitas Pariaman yang kental, Peri menyadari pentingnya saling memaafkan sebelum melangkah ke gerbang puasa. Bersama keluarga tercinta, ia membuka pintu maaf seluas-luasnya bagi siapa saja.
Menutup pesannya, Afrizoni menyisipkan sebuah pantun sebagai wujud penghormatan terhadap adat dan tradisi:
Laju sampan di Pantai Gandoriah,
Singgah sebentar di Pulau Angso Duo.
Puasa datang membawa berkah,
Maaf diminta murni di dalam do’a.
“Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin,” tutup Afrizoni (Peri) beserta keluarga.( Rispondi, S.I.Kom.)
Release Rispondi
Publisher Rispondi













