Nestapa di Balik Galodo: Kebun Jagung Kebanggaan Hayatul Sisra Kini Terkubur Material Banjir

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 02:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAMPUNG LALANG, SIMPATI, SUMBAR TIMES OKE – Selasa, 14 April 2026, menjadi hari yang kelam bagi Hayatul Sisra. Harapan yang ia semai di atas tanah kebun jagungnya di Kampung Lalang mendadak sirna setelah terjangan banjir bandang (galodo) meluluhlantakkan segalanya dalam sekejap.

Banjir yang membawa material berat tersebut tidak hanya menghanyutkan tanaman jagung yang siap tumbuh, tetapi juga meninggalkan duka mendalam. Kebun yang semula hijau kini berubah menjadi hamparan pilu yang tertutup tumpukan pasir, bebatuan besar, dan potongan kayu gelondongan.

Kerugian Materil dan Pukulan Batin
Berdasarkan taksiran awal, Hayatul Sisra harus menelan kerugian materil hingga puluhan juta rupiah. Namun, kerugian sesungguhnya lebih dari sekadar angka. Tenaga, waktu, dan harapan yang dicurahkan untuk menghidupi keluarga melalui hasil bumi tersebut kini terkubur di bawah sisa-sisa bencana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kondisinya sangat memprihatinkan. Bukan hanya tanamannya yang hilang, tapi lahan produktif tersebut sekarang rusak parah. Dibutuhkan upaya besar dan biaya yang tidak sedikit untuk membersihkan material batu dan kayu agar lahan bisa kembali diolah,” ujar salah satu kerabat yang menyaksikan kondisi di lapangan.

Baca Juga:  Sambut Ramadan 1447 H, Keluarga Resto Lesmana Sampaikan Pesan Kedamaian dari Kota Padang

Butuh Uluran Tangan dan Perbaikan Segera
Pasca bencana, Hayatul kini dihadapkan pada tantangan besar. Proses pembersihan lahan dari tumpukan kayu dan batu membutuhkan alat berat dan bantuan tenaga kerja yang memadai. Tanpa perbaikan segera, mata pencaharian utama warga Kampung Lalang ini terancam lumpuh total dalam jangka waktu yang lama.

Melalui rilis ini, diharapkan adanya perhatian dari pihak terkait dan masyarakat luas untuk membantu meringankan beban yang dipikul oleh Hayatul Sisra. Di tengah sisa-sisa lumpur dan bebatuan, terselip harapan agar kehidupan petani kecil seperti dirinya bisa segera bangkit kembali.Release by; Bilhamdika

Editor/ Publisher Sumbar Times Oke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sumbartimesoke.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PEMKAB PASAMAN PERKETAT ATURAN HIBURAN ORGEN TUNGGAL GUNA MENJAGA KETENTRAMAN MASYARAKAT
Polsek Harau Amankan Tersangka Pencurian Sepeda Motor di Lubuak Batingkok
“Prestasi” Berkilau Polres Pasaman—Sikat Rakyat Kecil, ‘Silahturahmi’ dengan Ekskavator Raksasa?
Kontes “Pilih Kasih” di Tambang Emas Pasaman: Rakyat Kecil Digulung, Raksasa Disanjung?
MENGGUGAT KEADILAN: Dugaan Tebang Pilih Penindakan PETI di Pasaman, Kasat Reskrim Diingatkan Soal Sanksi Pidana Pembiaran dan Gratifikasi
SKANDAL GRATIFIKASI TAMBANG ILEGAL DI PASAMAN: SOSOK ‘WANBOWO’ DIDUGA JADI PENAMPUNG UPETI UNTUK BUNGKAM MEDIA
MOBIL TRAVEL PEKANBARU-PADANG BERISI 7 ORANG MASUK JURANG DI LEMBAH ANAI

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 10:09 WIB

PEMKAB PASAMAN PERKETAT ATURAN HIBURAN ORGEN TUNGGAL GUNA MENJAGA KETENTRAMAN MASYARAKAT

Minggu, 19 April 2026 - 08:00 WIB

Minggu, 19 April 2026 - 05:16 WIB

Polsek Harau Amankan Tersangka Pencurian Sepeda Motor di Lubuak Batingkok

Minggu, 19 April 2026 - 05:02 WIB

“Prestasi” Berkilau Polres Pasaman—Sikat Rakyat Kecil, ‘Silahturahmi’ dengan Ekskavator Raksasa?

Minggu, 19 April 2026 - 04:47 WIB

Kontes “Pilih Kasih” di Tambang Emas Pasaman: Rakyat Kecil Digulung, Raksasa Disanjung?

Berita Terbaru

Uncategorized

Minggu, 19 Apr 2026 - 08:00 WIB