PADANG PARIAMAN, SUMBAR TIMES OKE – Di sela kesibukan arus mudik yang memadati Bandara Internasional Minangkabau, terselip sebuah pesan lembut yang menenangkan jiwa. Kapolsek BIM, Wahid Mashadi, S.H., M.H., mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk sejenak menanggalkan ego dan merajut kembali tali kasih yang sempat terurai.
Bagi Wahid Mashadi, momen lebaran tahun ini adalah tentang kepulangan —bukan hanya pulang ke kampung halaman, tapi pulang ke pelukan keluarga dengan hati yang bersih. Bersama keluarga tercinta, beliau menekankan bahwa kekuatan terbesar seorang manusia terletak pada kerendahan hatinya untuk memaafkan.
“Rumah bukan sekadar tempat, tapi pelukan orang-orang tersayang. Di hari yang mulia ini, mari kita jadikan maaf sebagai kado terindah untuk keluarga di rumah,” ungkapnya dengan puitis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai tanda ketulusan, beliau menitipkan bait pantun untuk seluruh masyarakat:
Pucuk selasih tumbuh di taman,
Bunga melati harum mewangi.
Jabat tangan erat jalin silaturahmi,
Salah dan khilaf mohon diampuni.
Wahid Mashadi, S.H., M.H. beserta keluarga mengucapkan
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. ( Tim. Bebil, Nofrisky dan Jefry)
Publisher Rispondi, S.I.Kom.












